Mata Banua Online
Selasa, April 7, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ribuan Cabai Hiyung Ditanam dengan Metode Apung

by Mata Banua
10 Maret 2025
in Indonesiana, Tapin
0
D:\2025\Maret 2025\11 Maret 2025\2\Ribuan Cabai Hiyung Ditanam dengan Metode Apung.jpg
KETUA Kelompok Tani Karya Baru Junaidi saat memberikan pupuk pada Cabai Hiyung yang ditanam dengan metode apung.9foto:mb/ant)

RANTAU – Cabai Rawit Hiyung yang ditanam Kelompok Tani Karya Baru dengan metode apung telah berumur satu minggu dengan total 2.400 bibit di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin.

Ketua Kelompok Tani Karya Baru Junaidi mengatakan, sejauh ini metode apung menunjukan hasil yang cukup baik. Dari total bibit yang ditanam sekitar 100 tanaman mengalami kematian akibat tingginya curah hujan.

Berita Lainnya

Bupati Ikuti Penandatanganan Perjanjian Kinerja

Bupati Ikuti Penandatanganan Perjanjian Kinerja

6 April 2026
Knalpot Tak Standar Pabrik Ditertibkan

Knalpot Tak Standar Pabrik Ditertibkan

6 April 2026

“Dalam budidaya cabai hiyung, kematian bibit adalah hal yang biasa. Selama jumlahnya tidak melebihi 50 persen dari total tanaman awal, masih bisa dikategorikan normal,” ujarnya, Senin (10/3).

Ia menjelaskan, pertumbuhan Cabai Hiyung dengan metode apung memang memiliki perbedaan dibandingkan dengan penanaman di tanah, salah satunya perkembangan akar yang terbatas dapat mempengaruhi laju pertumbuhan tanaman.

“Namun secara keseluruhan, pertumbuhan Cabai Hiyung dalam metode apung ini masih terpantau baik,” katanya.

Ia menyebutkan, Panen Cabai Hiyung diperkirakan akan berlangsung pada awal Juli, dengan target produksi mencapai dua ton.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin Triasmoro menambahkan, budidaya dengan metode apung ini bisa menjadi solusi di tengah tantangan lahan pertanian yang semakin terbatas.

“Kami akan terus memantau dan memberikan pendampingan kepada Poktan Karya Baru agar hasil panennya optimal,” ucap Triasmoro.

Dengan inovasi pengembangan metode apung, lanjut dia, diharapkan petani di Tapin dapat meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus menjaga keberlanjutan budidaya Cabai Hiyung yang telah menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper