
BANJARMASIN – Masalah krisis keuangan yang dialami Perumda Pengelola Air Limbah Domestik (PALD) Kota Banjarmasin menjadi perhatian Walikota Banjarmasin HM. Yamin.
Menurut Yamin, krisis keuangan yang dialami oleh PALD sudah berlangsung lama. Berbagai alternatif telah dilakukan agar perusahaan ini bisa sehat seperti saudaranya PDAM Bandarmasih. Mulai dari mempromosikan gratis pemasangan jaringan hingga merevisi perda menjadi Perwali pada 2024 lalu.
Sayang, upaya itu malah membuat perusahaan limbah ini makin terpuruk, sehingga kini hanya bertahan dengan anggaran operasional tersisa, serta memotong 40 persen gaji karyawanan sejak awal 2025.
“Kita duduk bersama lagi dengan direktur dan jajaran direksinya. Yang jelas kami ingin tahu apa kendala serta apa ada opsi lain dalam mempertahankan PALD. Dalam upaya ini juga akan mengkoordinasikan bersama dengan teman-teman DPRD,” kata Yamin, usai rapat paripurna dengan agenda Pidato Perdana Walikota/Wakil Walikota Banjarmasin di Gedung DPRD Kota Banjarmasin, Senin (3/3).
Menurutnya, pihaknya juga ingin tahu langkah dan upaya termasuk juga rencana bisnis plan PALD. Jika misalnya harus disuport dengan penyertaan modal yang haruslah disertai dengan rencana bisnis matang.
“Karena rencana bisnis PALD harus jelas, bagaimana rencana bisnisnya,” tuturnya.
Namun jika pun nantinya hasil rapat ataupun kesepakatan tidak ada titik terang atau tidak dapat memberikan penyertaan modal seperti yang diharapkan, maka pihaknya bisa mengganti posisi dirut yang baru.
“Jika nantinya tetap tak mampu menjalankan perusahaan air limbah itu dengan baik maka silakan dirut itu mundur,” tegasnya. via