
BANJARMASIN – Selama Februari 2025, telah terjadi sebanyak 23 kali bencana alam di Provinsi Kalimantan Selatan dan di dominasi bencana angin ribut atau angin puting beliung.
“Dari 23 kali bencana alam di Kalsel selama Februari itu, sebanyak 21 kali adalah angin ribut atau angin puting beliung,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Senin (3/3).
Menurut Madi –sapaan akrabnya, seringnya terjadi bencana alam angin puting beliung karena kondisi alam Kalsel yang terbuka dan tidak banyak pohon-pohon.
Dari 21 kali bencana alam angin puting beliung itu, terbanyak di Kabupaten Banjar delapan kali, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Tanah Bumbu (Tanbu) masing-masing lima kali. Selain itu, Kota Banjarmasin dua kali dan Banjarbaru satu kali.
Kemudian, untuk bencana alam tanah longsor ada dua kali, yakni di Kabupaten Banjar dan HSS masing-masing satu kali, serta banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) satu kali.
“Kalau dibandingkan dengan Januari 2025, frekuensi bencana alam di Kalsel menurun, terutama banjir yang melanda 11 kabupaten/kota dan mengakibatkan ratusan ribu jiwa terdampak. Dari 23 bencana alam itu tidak ada korban meninggal dunia,” ujarnya.
Akibat bencana alam tersebut, lanjut dia, menyebabkan 30 kepala keluarga (KK) atau 90 jiwa terdampak, lima buah rumah penduduk mengalami kerusakan sedang, dan 623 buah rumah mengalami kerusakan ringan, dan sementara kerugian akibat bencana alam di taksir Rp 150 juta. ani