Minggu, Agustus 31, 2025
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
No Result
View All Result
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Jangan Terlalu Sering, Makan Ikan Asin Bisa Picu Kanker Nasofaring

by Mata Banua
3 Maret 2025
in Mozaik
0
D:\2025\Maret 2025\4 Maret 2025\11\Halaman 1-11 Selasa\jangan.jpg
(foto:mb/web)

Beberapa waktu ramai dibicarakan di media sosial, ikan asin yang jadi salah satu makanan khas Indonesia justru bisa memicu kanker nasofaring. Benarkah demikian?

Indonesia dikenal dengan kekayaan kuliner yang beragam, mulai dari hidangan mewah hingga makanan sederhana yang akrab di lidah masyarakat. Salah satu kombinasi makanan yang populer adalah ikan asin yang disantap bersama nasi panas.

Artikel Lainnya

D:\2025\Agustus 2025\29 Agustus 2025\11\Halaman 1-11 Jumat\deretan.jpg

Deretan Minuman Penghangat Tubuh, Cocok Dikonsumsi Saat Hujan

28 Agustus 2025
D:\2025\Agustus 2025\29 Agustus 2025\11\Halaman 1-11 Jumat\meski.jpg

Meski Berkhasiat, Tapi 5 Kelompok Ini Tidak Boleh Minum Jus Tomat

28 Agustus 2025
Load More

Tapi, di balik kenikmatannya, kebiasaan ini ternyata menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan. Salah satunya bisa memicu kanker nasofaring.

Dokter Spesialis Onkologi Aru Wisaksono Sudoyo menjelaskan hal tersebut. Kata dia, konsumsi ikan asin secara berlebihan memang bisa memicu kanker nasofaring.

Hal ini disebabkan oleh kandungan nitrosamin dalam ikan asin, yang dikenal sebagai zat karsinogenik. Ketika dikonsumsi bersama nasi panas, uap dari nasi dapat membantu mengantarkan nitrosamin ke area nasofaring, meningkatkan risiko terjadinya kanker.

“Nasi panas kan ada uapnya, lalu ikan asin itu ada bahan yang bikin kanker (nasofaring) namanya nitrosamin. Jadi nanti itu naik ke sini (langit-langit mulut),” kata Aru.

Kanker nasofaring adalah jenis kanker yang berkembang di bagian atas tenggorokan, tepatnya di belakang hidung dan di atas langit-langit mulut. Gejalanya seringkali tidak spesifik dan dapat meliputi hidung tersumbat, mimisan, gangguan pendengaran, atau benjolan di leher.

Karena gejala yang samar, banyak kasus yang baru terdeteksi pada stadium lanjut.

Selain ikan asin, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang diawetkan dengan garam, seperti sayuran asin dan daging olahan, dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan-makanan tersebut dan lebih memilih pola makan sehat dengan asupan buah dan sayuran segar.

Aru juga menekankan bahwa efek dari penumpukan zat karsinogenik seperti nitrosamin tidak terjadi secara instan.

“Sebuah kanker itu membutuhkan waktu 5-20 tahun (untuk muncul), tergantung jenis kankernya,” ujarnya melansir Detikhealth.

Oleh karena itu, pencegahan sejak dini dengan mengurangi konsumsi ikan asin dan makanan sejenisnya sangat dianjurkan. Selain mengatur pola makan, menjaga gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga, menghindari rokok dan alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu menurunkan risiko terkena kanker nasofaring. web

 

ShareTweetShare

Search

No Result
View All Result

Jl. Lingkar Dalam Selatan No. 87 RT. 32 Pekapuran Raya Banjarmasin 70234

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA