
BANJARMASIN – Kondisi keuangan Perumda PALD Banjarmasin semakin kritis. Biaya operasional yang lebih tinggi daripada pemasukan mengharuskan PALD melakukan pemangkasan gaji puluhan karyawannya.
Terhitung sejak awal Januari 2025, karyawan PALD hanya mendapatkan 60 persen gajinya.
“Kita sementara terpaksa memangkas gaji karyawan hingga 40 persen,” kata Direktur Perumda PALD Banjarmasin, Endang Waryono, di Banjarmasin, Sabtu (1/3).
Pemangkasan terjadi juga pada Februari serta Maret dengan pertimbangan agar PALD Banjarmasin tetap bisa beroperasi dan melayani pelanggannya. Tapi di bulan ini, dirinya selaku Dirut PALD Banjarmasin serta pengawas Perusahaan tersebut tak digaji. “Masuk Maret ini saya juga tak digaji,” ungkapnya.
Endang tidak bisa memprediksi sampai kapan hal itu dilakukan. Namun dia berjanji mengembalikan hak karyawan apabila kondisi keuangan sudah normal.
Dijelaskannya, biaya operasional setiap bulan yang harus dikeluarkan perusahaan milik daerah ini mencapai Rp 500 juta, sementara pendapatan hanya Rp 94 juta dari sekitar 7 ribu pelanggannya.
“Selain memangkas gaji karyawan, efisiensi juga dilakukan misalnya memutus listrik yang tidak diperlukan,” imbuhnya.
Di tengah krisis keuangan, PALD menunggu proses verifikasi aset agar bisa dijual untuk menutup biaya operasional bulan- bulan selanjutnya.
Selain itu, saat ini karyawan tetap menjalankan tugas dengan baik di lapangan, untuk tetap menjaga jaringan pelanggannya. “Tetap diupayakan untuk melayani pelanggan,” katanya
Sementara, upaya menambah jumlah pelanggan sudah dilakukan dan memang tidak mudah. Upaya sosialisasi kemana-mana hingga memberikan pelayanan pasang gratis namun kesadaran masyarakat masih sangat minim. “Kendalanya kesadaran masyarakat terhadap sanitasi masih sangat minim, karena ini bukan kebutuhan utama, beda dengan kebutuhan air bersih,” katanya.
Dia hanya menaruh harapan pada keputusan dari Kepemimpinan Walikota- Wakil Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin dan Ananda. “Tinggal tiga opsi pilihan bagi PALD bisa bangkit lagi yakni penyertaan modal, turun grid atau bergabung kembali ke PAM Bandarmasih,” katanya.
Endang menyayangkan jika sampai PALD ditutup, maka kepercayaan publik atau dunia terutama UN Habitat pada PALD akan berpengaruh. via