Mata Banua Online
Rabu, Maret 4, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Gubernur Turut Tanam Serentak Agroforestry Tanaman Pangan

by Mata Banua
5 Februari 2025
in Pemprov Kalsel
0
D:\2025\Februari 2025\6 Februari 2025\hal 6\2.jpg
Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, H Isharwanto mewakili Gubernur Kalsel berfoto bersama usai melakukan penanaman Serentak Agroforestry Tanaman Pangan (Padi Lahan Kering dan MPTS) di KT Lestari, Desa Asam Randah, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin. (foto:mb/ist)

RANTAU – Gubernur Kali­mantan Selatan, H Muhidin melalui Plt Asisten Bidang Pe­re­konomian dan Pem­ba­ngu­nan, H Isharwanto melakukan penanaman Serentak Agrofo­restry Tanaman Pangan (Padi Lahan Kering dan MPTS) di KT Lestari, Desa Asam Ran­dah, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Selasa (4/2).

Provinsi Kalimantan Sela­tan menjadi salah satu dari lokasi kegiatan penanaman serentak yang dilakukan di enam provinsi yaitu Lampung, Jawa Barat, Nusantara Teng­gara Barat, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara.

Berita Lainnya

Tim Penggerak PKK Kalsel Safari Ramadan di Kabupaten Banjar

Tim Penggerak PKK Kalsel Safari Ramadan di Kabupaten Banjar

3 Maret 2026
Pemprov Kalsel Siap Bersinergi Ciptakan Situasi Kondusif

Pemprov Kalsel Siap Bersinergi Ciptakan Situasi Kondusif

3 Maret 2026

Pada penanaman padi lahan kering ini berjenis situ bagen­dit, kemudian tanaman MPTS sebanyak 1000 pohon seperti durian 250 pohon, mangga 250 pohon, alpukat 250 pohon, jambu kristal 150 pohon dan pampakin 100 pohon.

Penanaman serentak dimulai, Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Hubungan Antar Lem­baga, Fahrizal Fitri didampingi Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pem­bangunan Setdaprov Kalsel, H Ishar­wanto dan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemda Tapin, H Zainal Abidin melalui pena­­naman tegalan secara tradisional.

Gubernur Kalsel, H Muhidin melalui Plt Asisten Bidang Pere­konomian dan Pem­bangunan, Ishar­wanto menyampaikan apre­siasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kemen­­­terian Kehutanan dan Keme­n­terian Pertanian atas perhatian dan komitmen yang luar biasa dalam mendukung program ketahanan pangan.

Menurut Isharwanto, keta­hanan pangan diwujudkan mela­lui pendekatan inovatif yang mengintegrasikan sektor pertanian dan kehutanan secara berke­lanjutan di Provinsi Kalsel sangatlah baik ke depan.

Kegiatan penanaman serentak penanaman padi lahan kering yang dipadukan dengan tanaman produktif kehutanan merupakan terobosan yang sangat tepat.

Pendekatan ini, sebut Ishar­wanto, tidak hanya menjawab tantangan ketahanan pangan, tetapi juga sekaligus mem­perhatikan aspek pemberdayaan petani dan masyarakat.

“Apalagi Kalsel memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian dan kehutanan sehingga melalui program-program keta­hanan pangan yang terintegrasi, diharapkan kedua sektor tersebut dapat berjalan beriringan,” ungkap Isharwanto.

Seiring waktu, dia ingin saling menguatkan dan mem­berikan manfaat optimal bagi masyarakat dan juga berharap kegiatan ini dapat menjadi model yang akan menginspirasi, mem­berdayakan masyarakat sekitar hutan.

Selain itu, sebutnya, diharap­kan juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, tentu juga pada saat yang sama menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Fahrizal Fitri menjelaskan bahwa menanam di kawasan hutan yang disebut Perhutanan Sosial dan target Kalsel itu sekitar 600 hektare yang terdiri dari buah-buahan dan tanaman pangan.

“Penanaman pangan itu jenis bibit padi Gogo dengan varietas Situ Bagendit dan hal itu meru­pakan program yang beker­jasama Kementrian Kehutanan dan Kemen­terian Pertanian kepada pemerintah daerah yaitu Pemprov Kalsel dan Kabupaten Tapin dalam rangka mendukung swasembada pangan,” tegas Fahrizal.

Secara nasional, Fahrizal menyebut sudah disiapkan sekitar 1,1 juta hektar sehingga program ini sangat berdampak besar dalam ketahanan pangan.

Dia menegaskan, program ini tidak membuka lahan baru tetapi lahan yang sudah tidak difung­si­kan maka direvitalisasi kembali dengan penanamn tersebut.

Fahrizal menilai, program dari penanaman ini sangat baik untuk mengisi lahan-lahan yang kritis atau tidak terpakai selama ini menjadi berguna dan berman­faat bagi masyarakat sekitar.

“Kita berharap swasem­bada pangan tercapai dan ke­dua, berkenaan dengan pening­­­­katan kesejahteraan petani sekitar,” tandasnya.mr/adpim/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper