Mata Banua Online
Selasa, Februari 17, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Persawahan di Desa Masiraan HST Terendam

by Mata Banua
29 Januari 2025
in Hulu Sungai Tengah, Indonesiana
0
D:\2025\Januari 2025\30Januari 2025\2\Persawahan di Desa Masiraan HST Terendam.jpg
TANGGUL JEBOL – Seorang warga menyaksikan areal persawahan yang terendam akibat tanggul jebol di Desa Masiraan, Kecamatan Pandawan, Kabupaten HST, Rabu (29/1).(foto:mb/ant)

BARABAI – Sebuah tanggul jebol menyebabkan areal persawahan terendam di Desa Masiraan, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

“Tanggul jebol karena tidak kuat menahan banjir. Ini sudah banjir yang ketiga kalinya,” kata Kepala Desa Masiraan H Ahmad Fauzi, Rabu (29/1).

Berita Lainnya

Kasus Disdik Banjarmasin, Kejari Tunggu Hasil BPKP

Kasus Disdik Banjarmasin, Kejari Tunggu Hasil BPKP

12 Februari 2026
Puluhan Ribu Ojol Jadi Mitra Keselamatan

Puluhan Ribu Ojol Jadi Mitra Keselamatan

12 Februari 2026

Ia mengatakan, tanggul yang jebol berlokasi di RT 02 Desa Masiraan tersebut berfungsi menahan air dan akses penghubung ke RT 03 hingga RT 04 ketika terjadi banjir.

Akibat kejadian itu, Fauzi menyebutkan akses transportasi warga juga terputus tidak bisa di lewati motor roda dua maupun empat, sehingga masyarakat hanya memanfaatkan titian bambu untuk menyeberang dengan berjalan kaki.

“Air dari tanggul jebol ini turun ke arah Desa Banua Kupang. Jadi areal persawahan di Desa Mantaas hingga Desa Banua Kupang terendam,” ungkapnya.

Belum diketahui secara pasti luas areal persawahan yang terendam, namun Fauzi meneybutkan aparat desa dan masyarakat bergotong royong untuk membuat jembatan alternatif dengan batang pohon kelapa agar bisa kembali di lewati motor.

Sementara, ratusan rumah di Desa Mantaas dan Jaranih juga masih terendam dengan ketinggian bervariasi usai di guyur hujan deras dua hari yang lalu. Meski begitu, warga tetap bertahan di rumah dan hanya mengungsikan barang ke tempat yang lebih tinggi. ant

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper