
TANJUNG – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi, Selasa (14/1).
Digelarnya FGD ini Perencanaan Pembuatan Program Studi Baru dan Persiapan Peningkatan Status, dari STIT Syekh Muhammad Nafis menjadi Universitas Islam Tabalong.Dalam kesempatan tersebut, Ketua STIT Syekh Muhammad Nafis, H Erwan Mardani menyebut, untuk rencana akan adanya program studi baru, pihaknya selama ini telah melakukan berbagai survei kepada calon Mahasiswa program studi apa yang paling diminati.
“Dari hasil survei kami ada beberapa calon-calon jurusan yang akan diadakan yakni Teknik Informatika, Teknik Sipil, PGRI, Pembangunan Masyarakat Desa, Hukum islam dan Ekonomi Syariah,” sebutnya.
Dari semua program studi yang diminati oleh calon-calon mahasiswa, lanjut Erwan, Teknik Informatika memiliki nilai tertinggi yang akan pihaknya prioritaskan nantinya.Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sekaligus Ketua Tim Persiapan Peningkatan Status, Husin Ansari mengatakan, adanya universitas tentunya memberikan manfaat bagi masyarakat, baik yang ingin melanjutkan studi.
“Tidak hanya itu, keberadaan universitas tentunya juga menjadi langkah strategis, banyak putra-putri Tabalong yang selama ini harus melanjutkan pendidikan tinggi ke Banjarmasin yang sering kali membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit,” ujarnya.
Husin menambahkan, selain menjadi langkah strategis, keberadaan universitas juga dapat menjadikan Tabalong sebagai Kabupaten terdepan sebagai penyangga IKN.”Dengan adanya universitas di Tabalong, harapan besar untuk mencetak generasi muda yang berdaya saing. Ini tentu saja menjadi langkah positif, apalagi Kabupaten kita berbatasan langsung dengan IKN,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Koordinator Dewan Penyantun Yayasan Syekh Muhammad Nafis, H Anang Syakhfiani dan Ketua Yayasan STIT Syekh Muhammad Nafis, H Mardani.yan/rds

