Petugas Kebersihan Ditemukan Hanyut di Sungai

TANJUNG – Seorang pria bernama Suprianto alias Anto (24), ditemukan hanyut tak bernyawa di aliran Sungai Tabalong, Desa Manduin, RT 3, Kecamatan Muara Harus, Minggu (5/1).
Korban yang diketahui merupakan warga Desa Kapar, RT 11, Kecamatan Murung Pudak tersebut merupakan seorang petugas kebersihan dan ditemukan warga sekitar pukul 17:00 Wita.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo melalui Ps Kasi Humas Iptu Joko mengatakan, berdasarkan keterangan salah seorang saksi yang pertama kali menemukan jasad korban bernama Siti Norrahmadhaniah, ia melihat korban sekitar pukul 16.30 Wita.
“Siti yang saat itu sedang melintas di Jembatan Gantung Desa Murung Baru RT 4, Kecamatan Tanta, merasa heran saat melihat sungai seperti ada patung manusia yang hanyut,” katanya.
Setelah di cermati, lanjut dia, ternyata yang di lihat saksi merupakan mayat manusia. Ia pun langsung memberitahukan penemuan mayat tersebut kepada saksi lainnya, Ahmad Sabirin.
“Kemudian Ahmad bersama saksi lainnya Hasanuddin dan Aulia Rahman mengikuti aliran arus Sungai Tabalong hingga ke Desa Manduin menggunakan perahu atau jukung,” jelasnya.
Ia menyebutkan, sekitar setengah jam para saksi mengikuti aliran arus sungai, mereka pun berhasil membawa jasad korban ke daratan.
“Saat ditemukan, jasad korban diketahui menggunakan celana dalam berwarna biru dengan kondisi badan bengkak dan sudah beraroma busuk,” ungkapnya.
Setelah melakukan berbagai identifikasi, petugas kepolisian membawa jasad korban ke RSUD H Badaruddin untuk dilakukan visum.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, korban di duga sudah meninggal lebih dari 36 jam, hal itu di lihat dari jasad korban saat tiba di rumah sakit yang sudah dalam keadaan membusuk,” tambahnya.
Di sisi lain, menurut keterangan dari kakak korban, ia terakhir kali bertemu dengan Anto pada Kamis (3/1) sore. Saat itu korban pergi ke sungai untuk mandi.
Sementara, tentang kabar bahwa korban melarikan diri dan terjun ke sungai saat adanya pemeriksaan peredaran narkotika, di bantah oleh tiga teman korban.
“Kabar tersebut di bantah tiga teman korban berinisial BA, MN dan AA, yang saat itu juga berada di lokasi kejadian penangkapan di Kelurahan Belimbing Raya pada Kamis (2/1),” jelasnya.
Ia menerangkan, saat polisi memeriksa rumah tempat mereka biasanya berkumpul, saat itu mereka sedang bersama korban. Namun usai di periksa, tidak ditemukan apapun pada mereka.
“Setelah kejadian itu korban Suprianto kemudian pamit untuk pergi kencing dan juga lokasi penggrebekan dengan sungai itu cukup jauh,” pungkasnya. yan
TANJUNG – Seorang pria bernama Suprianto alias Anto (24), ditemukan hanyut tak bernyawa di aliran Sungai Tabalong, Desa Manduin, RT 3, Kecamatan Muara Harus, Minggu (5/1).
Korban yang diketahui merupakan warga Desa Kapar, RT 11, Kecamatan Murung Pudak tersebut merupakan seorang petugas kebersihan dan ditemukan warga sekitar pukul 17:00 Wita.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo melalui Ps Kasi Humas Iptu Joko mengatakan, berdasarkan keterangan salah seorang saksi yang pertama kali menemukan jasad korban bernama Siti Norrahmadhaniah, ia melihat korban sekitar pukul 16.30 Wita.
“Siti yang saat itu sedang melintas di Jembatan Gantung Desa Murung Baru RT 4, Kecamatan Tanta, merasa heran saat melihat sungai seperti ada patung manusia yang hanyut,” katanya.
Setelah di cermati, lanjut dia, ternyata yang di lihat saksi merupakan mayat manusia. Ia pun langsung memberitahukan penemuan mayat tersebut kepada saksi lainnya, Ahmad Sabirin.
“Kemudian Ahmad bersama saksi lainnya Hasanuddin dan Aulia Rahman mengikuti aliran arus Sungai Tabalong hingga ke Desa Manduin menggunakan perahu atau jukung,” jelasnya.
Ia menyebutkan, sekitar setengah jam para saksi mengikuti aliran arus sungai, mereka pun berhasil membawa jasad korban ke daratan.
“Saat ditemukan, jasad korban diketahui menggunakan celana dalam berwarna biru dengan kondisi badan bengkak dan sudah beraroma busuk,” ungkapnya.
Setelah melakukan berbagai identifikasi, petugas kepolisian membawa jasad korban ke RSUD H Badaruddin untuk dilakukan visum.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, korban di duga sudah meninggal lebih dari 36 jam, hal itu di lihat dari jasad korban saat tiba di rumah sakit yang sudah dalam keadaan membusuk,” tambahnya.
Di sisi lain, menurut keterangan dari kakak korban, ia terakhir kali bertemu dengan Anto pada Kamis (3/1) sore. Saat itu korban pergi ke sungai untuk mandi.
Sementara, tentang kabar bahwa korban melarikan diri dan terjun ke sungai saat adanya pemeriksaan peredaran narkotika, di bantah oleh tiga teman korban.
“Kabar tersebut di bantah tiga teman korban berinisial BA, MN dan AA, yang saat itu juga berada di lokasi kejadian penangkapan di Kelurahan Belimbing Raya pada Kamis (2/1),” jelasnya.
Ia menerangkan, saat polisi memeriksa rumah tempat mereka biasanya berkumpul, saat itu mereka sedang bersama korban. Namun usai di periksa, tidak ditemukan apapun pada mereka.
“Setelah kejadian itu korban Suprianto kemudian pamit untuk pergi kencing dan juga lokasi penggrebekan dengan sungai itu cukup jauh,” pungkasnya. yan

