
BANJARBARU-Bencana banjir yang melanda sejumlah kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan sejak sepekan terakhir masih berlangsung. Banjir terparah terjadi di lima kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Berdasarkan data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, dikutip dari milis {{Landskap}}, banjir yang sebelumnya melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kotabaru telah surut. Demikian juga banjir di Kabupaten Balangan tinggal menyisakan sebagian kecil wilayah yang terendam banjir.
“Banjir terparah saat ini terjadi di sejumlah kecamatan di Hulu Sungai Utara dan Banjar,” tutur Plt Kepala BPBD Kalsel, Faried Fakhmansyah, dalam laporan kebencanaannya, Minggu (29/12) kemarin.
Di Hulu Sungai Utara banjir merendami daerah-daerah dataran rendah dan rawa di 30 desa pada lima kecamatan yaitu Banjang, Amuntai Tengah, Sungai Pandan, Sungai Tabukan dan Babirik. Desa Banjang mengalami banjir terparah sebanyak 15 desa.
Tercatat jumlah keseluruhan rumah warga yang terendam banjir sebanyak 1.045 rumah dengan korban terdampak banjir 2.338 keluarga atau lebih dari 7.000 jiwa. Sebanyak 12 sekolah, 11 tempat ibadah, fasilitas umum dan 2,4 kilometer jalan terendam banjir.
Ketinggian banjir yang disebabkan meluapnya sungai dan rawa tersebut bervariasi. Di beberapa lokasi ketinggian banjir mencapai satu meter merendami permukiman atau 30 cm hingga setengah meter merendami jalan.
Hulu Sungai Utara wilayahnya merupakan dataran rendah dan pertemuan sungai-sungai besar seperti Sungai Balangan dan Sungai Tabalong. Wilayah ini juga dilindasi Sungai Barito yang berbatasan dengan wilayah Kalimantan Tengah.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Martapura Barat dan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Kepala BPBD Banjar, Warsita mengatakan desa-desa yang dilanda banjir meliputi Desa Penggalaman, Desa Teluk Selong dan Desa Pekauman. Kondisi tingginya curah hujan dikhawatirkan membuat banjir semakin meluas. (mb03)
Banjir Landa 30 Desa di Hulu Sungai Utara

GENANGAN-Warga beraktivitas di tengah genangan banjir yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.(foto:mb/ant)
BANJARBARU-Bencana banjir yang melanda sejumlah kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan sejak sepekan terakhir masih berlangsung. Banjir terparah terjadi di lima kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Berdasarkan data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, dikutip dari milis {{Landskap}}, banjir yang sebelumnya melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kotabaru telah surut. Demikian juga banjir di Kabupaten Balangan tinggal menyisakan sebagian kecil wilayah yang terendam banjir.
“Banjir terparah saat ini terjadi di sejumlah kecamatan di Hulu Sungai Utara dan Banjar,” tutur Plt Kepala BPBD Kalsel, Faried Fakhmansyah, dalam laporan kebencanaannya, Minggu (29/12) kemarin.
Di Hulu Sungai Utara banjir merendami daerah-daerah dataran rendah dan rawa di 30 desa pada lima kecamatan yaitu Banjang, Amuntai Tengah, Sungai Pandan, Sungai Tabukan dan Babirik. Desa Banjang mengalami banjir terparah sebanyak 15 desa.
Tercatat jumlah keseluruhan rumah warga yang terendam banjir sebanyak 1.045 rumah dengan korban terdampak banjir 2.338 keluarga atau lebih dari 7.000 jiwa. Sebanyak 12 sekolah, 11 tempat ibadah, fasilitas umum dan 2,4 kilometer jalan terendam banjir.
Ketinggian banjir yang disebabkan meluapnya sungai dan rawa tersebut bervariasi. Di beberapa lokasi ketinggian banjir mencapai satu meter merendami permukiman atau 30 cm hingga setengah meter merendami jalan.
Hulu Sungai Utara wilayahnya merupakan dataran rendah dan pertemuan sungai-sungai besar seperti Sungai Balangan dan Sungai Tabalong. Wilayah ini juga dilindasi Sungai Barito yang berbatasan dengan wilayah Kalimantan Tengah.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Martapura Barat dan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Kepala BPBD Banjar, Warsita mengatakan desa-desa yang dilanda banjir meliputi Desa Penggalaman, Desa Teluk Selong dan Desa Pekauman. Kondisi tingginya curah hujan dikhawatirkan membuat banjir semakin meluas. (mb03)

