
AMUNTAI- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), membentuk forum pengurangan resiko bencana di kabupaten HSU.
Acara tersebut dibuka oleh Pj Bupati HSU melalui Staf Ahli Bidang Pemerintah Hukum dan Politik Sugeng Riyadi, Kepala Pelaksanaan BPBD Syamrani, dan perwakilan organisasi yang ada di kabupaten HSU.
Kegiatan yang digelar di aula Agung Setda HSU, sejumlah komunitas dan organisasi sosial masyarakat seperti, Predam, Ansor, Tagana, TRC, ORARI, APS, KGE, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) serta organisasi kepemudaan, perwakilan kampus, perwakilan dunia usaha.
Penjabat Bupati HSU melalui Staf ahli bidang pemerintahan hukum dan politik, Sugeng Riyadi, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa forum ini sangat penting dalam rangka penanganan bencana dan menavigasi dan meminimalisir dampak bencana kedepannya.
Semua element masyarakat sangat berperan penting terhadap peningkatan penanggulangan dan nivigasi bencana, tak terkecuali peran komunitas relawan dan media massa.
“Dari lambang segi tiga di BPBD memiliki artinya bencana tidak bisa ditangani oleh pemerintah saja, jadi harus merangkul semua element -emelement masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Kabupaten HSU merupakan daerah yang memiliki potensi risiko bencana yang cukup tinggi baik itu banjir tanah longsor maupun bencana lainnya.
Mantan Kepala BPBD ini mengharapkan, pembentukan forum pengurangan risiko bencana ini menjadi sangat penting dan mendesak untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Kami juga ingin menggarisbawahi pentingnya partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan dalam kolom ini, tanpa dukungan dan kerjasama dari semua pihak upaya pengurangan risiko bencana tidak akan berjalan optimal,” Kata Sugeng
Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah organisasi masarakat sektor swasta, akademisi dan media massa dalam upaya pengurangan risiko bencana.
“Dengan adanya forum ini kita dapat menyusun strategi dan program yang lebih terintegrasi dan efektif dalam mengurangi dampak bencana di daerah kita,” katanya.
Ia mengajak, bersama-sama berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.
Sementara itu, setelah usai pembukaan dilaksanakan pembentukan forum penanggulangan bencana, dari semua unsur perwakilan yang hadir, dilaksanakan pemilihan pengurus forum..(suf/mb03)

