Mata Banua Online
Jumat, Maret 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Museum Lambung Mangkurat jaga kelestarian tarian tradisional

by Mata Banua
27 Oktober 2024
in Kotaku
0

 

PARA remaja mengikuti kegiatan Belajar Bersama Tari Tradisional di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu.

BANJARBARU – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan berupaya melestarikan tarian tradisional bagi generasi muda melalui Belajar Bersama Tari Tradisional.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\15 Januari 2026\5\Hal 5\we.jpg

TPAS Basirih Dirangcang Jadi TPST

14 Januari 2026
PORTADIN Menggelar Talk Show Peringatan Hari Disabilitas Internasional

PORTADIN Menggelar Talk Show Peringatan Hari Disabilitas Internasional

17 Desember 2025

Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalsel M Taufik Akbar di Banjarbaru, Sabtu, mengatakan generasi muda diberikan pengenalan sejarah dan peninggalan kebudayaan lokal Banjar, Kalsel.

“Kami ingin menjadikan museum sebagai tempat yang sangat leluasa untuk berekspresi dan berkarya dari seluruh cabang seni,” kata dia.

Ia mengatakan Museum Lambung Mangkurat menjadi wadah berkreativitas bagi seluruh kalangan masyarakat, terutama generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa mengajarkan tarian tradisional memberikan banyak manfaat, seperti diajarkan koordinasi gerak motorik antara tangan, kaki, dan tubuh seirama dengan alunan lagu.

Selain itu, kata dia, menari menjadikan tubuh lebih lentur, sehat, serta postur tubuh lebih bagus dibandingkan dengan mereka yang tidak menari.

Akbar menyebutkan Belajar Bersama Tari Tradisional tersebut melibatkan peserta dari jenjang taman kanak-kanak , sekolah dasar, SMP, hingga SMA sederajat.

“Dalam pemberian materi, kami berkolaborasi dengan Sanggar Kayu Ulin yang sudah tidak diragukan lagi karyanya,” kata dia.

Ia berharap, Belajar Bersama Tari Tradisional dapat menumbuhkan minat dan bakat para peserta untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian, terutama seni tari.

“Sehingga menghasilkan regenerasi seniman tari di Kalimantan Selatan dan seni tari dapat eksis terus,” demikian Taufik. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper