Mata Banua Online
Kamis, Februari 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Program NUFReP Revitalisasi Sungai Segera Dikerjakan

by Mata Banua
4 September 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\September 2024\5 September 2024\5\hal 5\Sungai veteran yang akan direvitalisasi dalam program NUFRep.jpg
SUNGAI Veteran segera akan direvitalisasi dalam program NUFRep, dalam upaya pengendalian banjir di Kota Banjarmasin. (Foto:Mb/via)

 

BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin Ibnu Sina secara langsung menyaksikan penandatangan kontrak pelaksanaan Proyek National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), antara Dirjen Sumber Daya Alam, Kementerian PUPR, Bob Arthur Lambogia dengan PT Adi Karya, di Jakarta, Rabu (4/9).

Berita Lainnya

Demo Pemko, Mahasiswa Sampaikan 12 Poin Tuntutan

Demo Pemko, Mahasiswa Sampaikan 12 Poin Tuntutan

18 Februari 2026
Dewan Nilai Moment Pembelian Mobil Listrik Tidak Pas

Dewan Nilai Moment Pembelian Mobil Listrik Tidak Pas

18 Februari 2026

Program tersebut untuk pengendalian banjir di Kota Banjarmasin dengan melaksanakan revitalisasi sungai, khususnya sungai di perkotaan.

Di tahap pertama, nilai kontrak yang digelontorkan pihak World Bank untuk revitalisasi sungai tersebut berkisar Rp 209 miliar.

“Mudah mudahan warga Kota Banjarmasin bisa mendukung sepenuhnya untuk pengendalian banjir di Kota Banjarmasin,” ujar Ibnu Sina,

Ia memastikan pelaksanaannya proyek tersebut akan dikerjakan secepatnya. “Segera setelah pendatanganan kontrak, dan tentunya program NUFRep atau National Urban Flood Resilience Project ini dalam rangka pengendalian banjir di Kota Banjarmasin,” jelasnya.

Untuk program dari World Bank (Bank Dunia) ini, dana yang dialokasikan untuk enam kota di Indonesia, salah satunya adalah kota Banjarmasin.

Total total bantuannya, bebernya, sekitar Rp 6 triliun. “Jadi kalau dibagi rata, mungkin sekitar antara Rp 900 miliar sampai Rp 1 triliun untuk alokasi anggaran untuk per daerah,” katanya.

Ia juga memastikan, program revitalisasi sungai ini akan terus berlanjut, sehingga tidak hanya Sungai Veteran, tetapi ada beberapa sungai di wilayah Kota Banjarmasin yang akan ikut ditangani.

“Kami memastikan bahwa program ini terus berlanjut. Jadi dari total anggaran Rp 900 miliar, yang dialokasikan pada tahap pertama sekira Rp209 miliar, kemudian akan dilanjutkan ke tahap 2, tahan 3 dan seterusnya sampai selesai,” bebernya.

Ia berharap, pelaksanaan kegiatan program ini berjalan lancar, sehingga masyarakat Kota Banjarmasin yang memang terdampak banjir tidak lagi merasakan musibah tersebut.

“Mudah-mudahan dengan desain yang sudah dirancang dalam natural base solution, persoalan banjir ini bisa teratasi. Terimakasih kepada World Bank dan juga Bappenas, Kementrian PUPR untuk program yang akan dilaksanakan tahun ini dan tahun seterusnya,” kata Ibnu Sina. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper