
Jakarta – Media Arab Saudi menaksir peluang Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026 di tengah persaingan sengit fase ketiga babak kualifikasi.
Arriyadiyah melihat keputusan FIFA memperbanyak kontestan Piala Dunia 2026 bisa menjadi kabar gembira bagi Indonesia.
“Indonesia belum pernah berpartisipasi di Piala Dunia sejak penampilan pertamanya pada tahun 1938, namun dengan bertambahnya jumlah tim yang berpartisipasi di putaran final menjadi 48 dari tahun 2026, upaya Indonesia untuk kembali ke babak putaran final bisa mendapat momentum,” tulis salah satu media Arab Saudi tersebut menganalisis kans skuad Merah Putih.
Timnas Indonesia akan bersaing dengan Jepang, Australia, Arab Saudi, Bahrain, dan China pada Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Penghuni peringkat pertama dan kedua otomatis lolos ke Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Utara, sementara negara yang menempati posisi ketiga dan keempat pada klasemen akhir masih memiliki kans lolos dengan mengikuti fase kualifikasi lanjutan.
PSSI dan Shin Tae Yong mengincar jatah tersebut. Alih-alih menargetkan finis di posisi dua besar, posisi tiga atau empat jadi sasaran.
Kendati tak mengincar tempat tertinggi pada klasemen akhir, tetap saja target yang dipancang tersebut cukup menantang. Pasalnya lawan-lawan yang dihadapi merupakan negara-negara yang sudah cukup berpengalaman dalam fase akhir Kualifikasi Piala Dunia.
Bahkan Jepang, Australia, dan Arab Saudi tercatat merupakan negara-negara langganan peserta Piala Dunia.
Laga melawan Arab Saudi, Kamis (5/9), bakal menjadi tolok ukur daya saing Indonesia pada tahapan kali ini. web
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong menyinggung soal mental pemain muda yang ia rasakan selama menekuni karier sebagai pelatih di Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Shin Tae Yong berkaitan dengan tekanan yang didapat pemain dari suporter oleh para pemain muda. Menurut pelatih asal Korea Selatan ini, para pemain harus memiliki sikap mental yang kuat untuk menghadapi kritikan yang datang.
“Begini, buat pemain secara langsung sekarang ketika mendapatkan kritikan saya rasa mereka langsung merasa tertekan. Itu merupakan hal sulit, tetapi buat para pemain sendiri sebenarnya mereka harus bisa menghadapinya,” ucap Shin.
“Dan ketika bisa menghadapinya pasti mereka akan berkembang. Mental seperti itu yang harus dimiliki daripada merasa bahwa ‘saya adalah bintang’. Lebih baik merasa ‘oh ini teguran. Teguran buat saya’. Setelah merasa seperti itu mereka harus berusaha lebih keras lagi,” katanya melanjutkan.
STY pun memiliki kiat tersendiri soal menghadapi kritikan dari suporter. Menurutnya para pemain tidak perlu terlalu memikirkan kritikan yang datang dan hanya fokus untuk menampilkan yang terbaik saat pertandingan.
“Yang perlu dilakukan hanya bermain sebaik mungkin. Dari situ bisa berkembang dan kamu bisa menjadi pemain yang lebih baik,” ujarnya.web

