
RANTAU,- Pj Bupati Tapin Muhammad Syarifuddin MPd menyampaikan paparan, kinerja triwulan IV pada 10 indikator kinerja, di hotel Aloft Jakarta Pusat, Senin, 02 September 2024.
PJ Bupati Tapin M Syarifuddin menjelaskan, bahwa hal ini menindaklanjuti rapat pra evaluasi kinerja Pj Bupati dalam triwulan IV yang telah disampaikan, kepada tim evaluator Inspektorat Jenderal Kemendagri RI, beberapa waktu lalu, bertempat di Aula Badan Penghubung Provinsi Kalsel.
Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 4 tahun 2023, Pasal 18, Pasal 20, Pasal 21, dan Pasal 22 tentang Penjabat Gubernur, Penjabat Bupati, dan Penjabat Wali Kota, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaksanakan evaluasi kinerja atas pelaksanaan tugas Penjabat (Pj) Kepala Daerah.
Paparan kinerja yang disampaikan mempedomani sepuluh indikator prioritas atas implementasi serta mempedomani 111, indikator penilaian sesuai arahan Presiden RI, kata PJ Bupati Tapin M Syarifuddin MPd.
Dikatakan M Syarifuddin, capaian kinerja yang menjadi prioritas selama masa kepemimpinannya, yaitu penanganan inflasi, stunting, Badan Usaha Milik Daerah/Badan Usaha Milik Desa, Layanan Publik, pengangguran, kemiskinan ekstrim, Kesehatan, penyerapan anggaran, kegiatan unggulan serta perijinan.
“Upaya yang telah dilakukan dalam menekan inflasi daerah diantaranya menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang tidak mampu,” ucapnya.
Sedangkan untuk stunting, prevalensi stunting di wilayah Kabupaten Tapin, alhamdulillah dari hasil intervensi serentak, penurunan stunting yang mengalami penurunan secara stabil dari 33,5% pada tahun 2021 turun sebesar 19% menjadi 14,5 % di tahun 2022 dan ditahun 2023 menjadi 14,4%. Dan dari hasil intervensi serentak yang dilaksanakan 100% di kabupaten Tapin dan sekarang angka stunting kita diangka 12,7%,” paparnya.
Langkah konkrit lainnya yang telah dilaksanakan dalam penurunan stuting, selama periode pelaporan dengan intervensi spesifik yakni berupa Pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, Kampanye gizi pada remaja khususnya anemia, untuk ibu hamil dilakukan Pemberian Tablet Tambah Darah, Pemberian PMT Bumil KEK, Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas, Pelacakan bumil KEK, Kelas Ibu hamil dan Pemantauan serta konseling ASI Eksklusif pada Bayi 0 s/d 6 bulan di 13 Puskesmas.
Kegiatan lainnya yakni Imunisasi TT, dan untuk balita dilakukan Pemberian PMT pada balita Gizi bermasalah, Pemberian kapsul Vitamin A, Pemberian obat cacing, Pemeriksaan SHK (Screening Hypotiroid Konginetal dan orientasi Pemantauan Tumbuh Kembang bagi Petugas kesehatan, Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu, Imunisasi dasar lengkap danPaket Makanan Tambahan berbahan pangan local bagi ibu hamil.{[her/mb03]}

