Mata Banua Online
Rabu, Februari 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Polda Sosialisasikan Pencegahan Paham Radikalisme

by Mata Banua
20 Agustus 2024
in Indonesiana, Martapura
0
D:\2024\Agustus 2024\21 Agustus 2024\2\Polda Sosialisasikan Pencegahan Paham Radikalisme.jpg
USTADZ H Rusydi Eusli saat memberikan ceramah di Masjid Ami Abdulah, Kecamatan Kertak Hanyar pada sosialisasi pencegahan penyebaran paham radikalisme dan teroris yang di gelar Polda Kalsel, Selasa (20/8). (Foto:mb/via)

 

BANJAR – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024 aman, nyaman, dan damai, Polda Kalsel melakukan diseminasi dan sosialisasi pencegahan penyebaran paham radikalisme dan terorisme di Kabupaten Banjar.

Berita Lainnya

Saidi Berkomitmen Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Desa

Saidi Berkomitmen Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Desa

17 Februari 2026
Bupati Instruksikan Kepala SKPD Tertibkan LKPD

Bupati Instruksikan Kepala SKPD Tertibkan LKPD

17 Februari 2026

Beberapa anggota dari Direktorat Intelkam Polda Kalsel pun terlihat berbaur dengan masyarakat di Masjid Ami Abdulah, Kecamatan Kertak Hanyar, dan menyambaikan imbauan yang berfokus pada pencegahan paham radikalisme, serta penguatan daya tangkal masyarakat agar tidak menjadi pelaku maupun korban aksi teroris.

Selain itu, sosialisasi ini juga di isi ceramah oleh Ustadz H Rusydi Eusli Lc, yang menyampaikan bahwa nikmat Allah paling di dambakan adalah kehidupan yang tenang, aman, nyaman, dan terhindar dari rasa takut.

“Karena agama Islam merupakan agama damai yg membawa ketenangan dan ketentraman. Selain itu kita hidup di tengah masyarakat yang berbeda-beda, namun harus tetap Bhineka Tunggal Ika, saling meghargai perbedaan pendapat, dan tidak merasa benar sendiri,” ujarnya, Selasa (20/8).

Menurutnya, dalam belajar agama harus memilih guru yang berilmu dan jangan hanya belajar melalui internet, karena dapat menjadi salah tafsir dalam memahami agama hingga menjadi sesat dan menyesatkan.

“Karena penyebaran radikalisme dan terorisme saat ini tidak hanya secara tatap muka, namun juga melalui medsos, sehingga kita harus bijak bermedia sosial dan jangan sembarangan menyebarkan berita yang belum tentu benar, apalagi berpotensi memecah belah umat Islam,” pungkasnya. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper