Mata Banua Online
Senin, Februari 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Petani Lahan Rawa Terlambat Tanam

by Mata Banua
8 Agustus 2024
in Daerah, Lintas
0

 

PETANI-Sejumlah petani ketika melakukan penanaman bibit padi. (foto:mb/ist)

AMUNTAI – Sebagian petani lahan rawa di Kalimantan Selatan, mengalami keterlambatan tanam padi menyusul masih tingginya air menggenangi kawasan rawa akibat pengaruh kemarau basah. Di Kabupaten Hulu Sungai Utara, luas tanam hingga awal Agustus baru 7.600 hektare dari target tanam 2024 seluas 14.000 hektare.

Berita Lainnya

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

1 Februari 2026
Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

29 Januari 2026

“Sebagian petani mengalami terlambat tanam. Seharusnya musim tanam di lahan rawa sudah dimulai akhir Mei hingga Juni. Tahun ini baru di bulan Juli petani bisa menanam itupun baru sebagian,” ungkap Fadil, petugas Balai Penyuluh Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Kondisi banjir di awal tahun yang lambat surut dan kemarau basah dimana hujan masih turun di sejumlah wilayah menyebabkan kawasan rawa termasuk areal persawahan masih terendam. Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Hulu Sungai Utara mencatat luas tanam periode April-September 2024 baru seluas 6.595 hektare untuk padi sawah.

Sedangkan untuk optimasi lahan rawa periode Maret-Agustus baru 1.113 hektare dan khusus Agustus baru tertanam 18 hektare. DPKP Hulu Sungai Utara sendiri menargetkan luas tanam hingga 14 ribu hektare. “Sebagian lahan terlambat tanam dan sebagian bahkan belum tanam karena air masih menggenangi persawahan terutama pada watun II dan watun III,” tutur Kepala DPKP Hulu Sungai Utara, Zainal Abdi, Selasa (6/8) lalu, dilansir dari milisnya {{landskap}}.

Keterlambatan tanam ini, juga dialami para petani lahan rawa sejumlah daerah lain di Kalsel seperti Hulu Sungai Selatan, Tapin dan Barito Kuala. “Kami berharap kemarau lebih lama karena sebagian lahan baru bisa ditanam, karena air masih dalam,” kata Bakeri, pengurus Serikat Petani Indonesia (SPI) Hulu Sungai Selatan.

Jika musim penghujan terjadi pada Oktober dan November maka dipastikan banyak petani yang mengalami kerugian akibat gagal panen. Seperti diketahui saat musim penghujan kawasan lahan pertanian di lahan rawa akan tenggelam.

Namun sebagian petani hortikultura di kawasan rawa bagian atas Nagara (Daha) di Hulu Sungai Selatan telah mengalami panen semangka di bulan Juni-Juli dan bersiap panen kacang dan gumbili (ubi jalar) khas Nagara pada September-Oktober mendatang.

Data Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPKP) Kalsel mencatat luas lahan rawa pasang surut di Kalsel mencapai 186 ribu hektare dan lahan rawa lebak mencapai 137 ribu hektare. Pemanfaatan lahan rawa pasang surut ada di tiga kabupaten yakni Kabupaten Barito Kuala, Banjar, dan Tapin seluas 154 ribu hektare. Sedangkan lahan rawa lebak ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin dengan luas pemanfaatan 88 ribu hektare.(mb03}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper