Mata Banua Online
Senin, Februari 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Guru BK Diajak Tanamkan Moderasi Beragama di Peserta Didik

by Mata Banua
24 Juli 2024
in Daerah, Hulu Sungai Utara
0

 

GURU-Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Musyawarah Guru BimbiNgan dan Konseling (MGBK) MTs Kab. Hulu Sungai Utara-Balangan. (foto:mb/ist)

AMUNTAI-Kepala Kantor Kemenag Kab. HSU, Hj. Nahdiyatul Husna, berharap guru-guru BK di madrasah menanamkan nilai-nilai Moderasi Beragama bagi peserta didik. Hal tersebut disampaikannya pada Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Musyawarah Guru Bimbigan dan Konseling (MGBK) MTs Kab. Hulu Sungai Utara-Balangan, bertempat di Asrama Tahfidz MTsN 2 HSU.

Berita Lainnya

Bupati Hadiri Acara Purna Tugas Kepala SMK Negeri 1 Amuntai

Bupati Hadiri Acara Purna Tugas Kepala SMK Negeri 1 Amuntai

1 Februari 2026
Bupati Jani Tegaskan Komitmen Perbaikan Pelayanan Publik

Bupati Jani Tegaskan Komitmen Perbaikan Pelayanan Publik

29 Januari 2026

Usai membuka kegiatan secara resmi, Kepala Kantor menyampaikan materi tentang Moderasi Beragama dan Pembangunan Nasional, serta Kebijakan Menteri Agama. Pada materi tersebut dijelaskan bahwa dalam setiap pemberian pelatihan bagi ASN Kemenag, pasti akan ditanamkan tentang Moderasi Bergama. Hal tersebut dikarenakan sebagai orang Kemenag, maka Moderasi Bergama harus dihayati dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kementerian Agama memiliki tujuh kebijakan dan prioritas, salah satu yang diangkat ialah penguatan Moderasi Beragama. Kita harus menanamkan bahwa Indonesia merupakan negara majemuk, sehingga sangat diperlukan perekat keagamaan dan kebangsaan atau yang disebut Moderasi Beragama, ujarnya, dilansir dari laman kemenaghulusungaiutara.

Husna menekankan, Indonesia memang mayoritas Islam tetapi Indonesia merupakan negara Pancasila yang mengambil nilai-nilai agama dan memfasilitasi kehidupan beragama. Sehingga, Kementerian Agama berkewajiban melayani masyarakat dari berbagai latar belakang agama.

Peran guru BK sendiri dalam membimbing siswa, ialah berdasarkan nilai-nilai di Pancasila, yaitu bagaimana nilai-nilai toleransi dan persatuan-kesatuan tumbuh di jiwa para peserta didik. Ia berharap peserta didik dibimbing untuk menghindari potensi konflik dan disintegrasi, khususnya yang berhubungan dengan cara pandang, sikap dan praktik beragama.

Moderasi beragama membuat seseorang tidak ekstrem dan tidak berlebih-lebihan dalam menjalani ajaran agamanya. Moderasi beragama bukan memoderasi ajaran agama, tetapi memoderasi pemahaman dan pengamalan umat beragama dari sikap ekstrem yang rawan menimbulkan konflik, sampainya.

Husna berharap, guru-guru BK dapat memanfaatkan tekonologi untuk mencegah anak-anak didik terkena pengaruh negatif dan sikap ekstrem.

Jangan sampai anak-anak kita terbawa arus informasi yang salah, sementara gurunya tidak siap untuk menanggulanginya”, imbaunya. Kegiatan PKB berlangsung dari tanggal 22 Juli – 30 Agustus 2024. Acara diikuti Guru BK gabungan dari Kab. HSU dan Kab. Balangan dengan jumlah 18 orang guru, terdiri dari 14 orang dari 7 MTs di HSU dan 4 orang dari 4 MTs di Balangan.{[mb03}}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper