
AMUNTAI- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), meninjau langsung kondisi Jalan Desa Paminggir RT. 02, Kecamatan Paminggir saat ini cukup mengkhawatirkan.
Jalan itu mengalami land subsidence atau penurunan tanah dengan panjang 20 meter, lebar 5 meter dengan kedalaman 1,5 meter.
Akibat kejadian tersebut satu rumah warga dan bangunan pasar ikut ambrol, namun tidak ada korban jiwa.
Dengan adanya kejadian tersebut masyarakat desa Paminggir dihimbau, agar berhati-hati bila melewati jalan yang kena longsor tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah HSU Syamrani melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi Rahman Hakim mengatakan, dengan terjadinya musibah longsor tersebut, lima orang yang penempati rumah tersebut terdampk mengalami longsor.
“Akibat musibah ini lima orang penghuni rumah mengungsi, dan aktivitas jual beli dipasar itu dialihkan ke area dermaga Paminggir, “ ujarnya.
Rahman menerangkan, bahwa peristiwa penurunan tanah ini terjadi pada 10 Oktober 2023 lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara menghimbau, kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati dengan musim sekarang ini.
“Saat ini tugas kita melakukan analisa hitungan akibat bencana tersebut, hitungan ini nantinya akan diserahkan kepada SKPD teknis terkait,” ujarnya.
Sementara itu, dengan adanya kejadian musibah longsor tersebut. pemerintah Desa Paminggir, melalui Kantor Kecamatan Paminggir menyampaikan kejadian itu kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Masyarakat berharap, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, melalui dinas terkait secepatnya menanggulangi bencana longsor ini, agar aktivias masyarakat desa Paminggir bisa seperti yang dulu untuk aktivasi perekonomian bisa berjalan dengan nyaman dan lancar. (suf/mb03)

