
PELAIHARI – Upaya edukasi kepada masyarakat mengenai APBN terus dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pelaihari, selaku representasi Kementerian Keuangan di Kabupaten Tanah Laut (Tala).
KPPN Pelaihari memberikan edukasi mengenai APBN kepada 240 mahasiswa prodi Akuntansi dan Perpajakan dalam sebuah Kuliah Umum yang dikemas dalam kegiatan Treasury Goes To Campus (TGTC) di auditorium Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) Dengan tema yang diangkat dalam TGTC adalah “Pelita”, Peduli APBN Kita.
Kepala KPPN Pelaihari, Muhammad Falih Ariyanto, SST, MBA dalam kuliah umumnya menyampaikan mengenai postur APBN 2024 dan fokus kebijakan Fiskal APBN yang diambil pemerintah serta manfaat atas APBN yang mayoritas pendapatannya dikontribusi dari sektor perpajakan.
“APBN mempunyai fungsi Distribusi, Stabilisasi, Alokasi dan menjadi shock absorber, apabila perekonomian dan negara sedang menghadapi tantangan yang mengancam stabilitas APBN,” jelasnya.
Lanjutnya, ekonomi Indonesia sangat rentan terhadap goncangan perekonomian yang disebabkan ketidakpastian global.
“Goncangan itu tidak semuanya langsung diteruskan ke masyarakat, namun sebagian guncangan ditampung oleh APBN melalui berbagai intervensi instrument kebijakan fiskal, seperti pemberian subsidi, penyaluran bantuan langsung tunai dan insentif perpajakan bagi pelaku usaha terdampak,” paparnya.
Tujuan kegiatan kuliah umum dilaksanakan agar masyarakat lebih sadar dan paham tentang APBN yang sangat terkait dengan seluruh hajat hidup masyarakat.
Selain itu, harapannya pada mahasiswa Politala semakin tau mengenai manfaat penggunaan pajak yang telah dibayarkan yang digunakan untuk pembangunan.
Dalam kegiatan kuliah umum juga disampaikan mengenai transformasi treasuri sebagai dampak dari dinamika semakin cepatnya perkembangan teknologi digital, sehingga layanan treasuri yang diberikan oleh KPPN seluruhnya dilaksanakan melalui online system.
Dalam kesempatan itu juga disosialisasikan program pengendalian gratifikasi sebagai upaya membangun masyarakat khususnya generasi muda mengenai budaya anti korupsi. ris/ani

