
PELAIHARI – Penjabat (Pj) Bupati Tanah Laut (Tala), H Syamsir Rahman mengungkapkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kabupaten Tala memiliki urgensi dan tugas penting ditengah kondisi ekonomi yang terus berkembang dan dinamika global.
Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Pleno TPKAD Kabupaten Tala untuk Penyusunan Rancangan Program Kerja Tahun 2024 bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Kalimantan Selatan di Ruang Rapat Barakat, Kantor Bupati di Pelaihari, Rabu (13/4).
“Kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa akses keuangan di daerah tidak menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial,” ungkap Syamsir.
Syamsir menjelaskan, TPKAD ini dibentuk dengan beberapa tujuaan diantaranya mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian daerah.
Kemudian, mencari terobosan dalam rangka membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di daerah, mendorong lembaga jasa keuangan untuk meningkatkan peran serta dalam pembangunan ekonomi daerah.
Selanjutnya, menggali potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan dengan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan, mendorong optimalisasi potensi sumber dana di daerah dalam rangka memperluas penyediaan pendanaan produktif antara lain untuk mengembangkan UMKM.
Selain itu, usaha rintisan dan membiayai pembangunan sektor prioritas serta mendukung program pemerintah dalam upaya peningkatan indeks inklusi keuangan di Indonesia.
“Dengan tujuan-tujuan itu, saya ingin kita semua mengambil momen untuk mengevaluasi capaian tahun-tahun sebelumnya dan mari kita identifikasi apa yang telah berhasil dan dimana kita dapat melakukan perbaikan dan evaluasi ini akan membantu dalam merumuskan strategi yang lebih efektif kedepannya,” tuturnya.
Syamsir juga ingin memfokuskan pada identifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi oleh masyarakat dalam mengakses layanan keuangan.
Apakah ada hambatan hukum, teknis atau sosial yang perlu diselesaikan, disisi lain apakah ada peluang baru atau inovasi yang bisa dimanfaatkan. “Saya juga mengajak untuk membuat rencana tindakan yang konkret dan terukur,” ucapnya.
Setiap langkah harus memiliki tujuan yang jelas, sumber daya yang tepat serta indikator kinerja yang dapat diukur dengan demikian dapat memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Saya juga ingin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas lembaga dan tidak ada yang bisa kita capai sendirian,” katanya. ris/ani

