
TANJUNG – Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disbunnak) Kabupaten Tabalong berupaya mencegah penyebaran penyakit Tetelo atau Newcastle Disease (ND) pada unggas melalui vaksinasi secara rutin.
Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tabalong Suwandi mengatakan, petugas lapangan mendatangi warga yang memiliki ternak aam secara mandiri dan melakukan vaksinasi.
“Petugas lapangan kami rutin melakukan pemeriksaan dan memvaksin hewan ternak, baik yang terkena virus maupun yang belum. Alhasil hal tersebut bisa mencegah penyebaran virus,” katanya, Jumat (9/2).
Ia menyebutkan, selain melakukan vaksinasi, pihaknya juga memberikan obat suntikan antibiotik kepada ternak baik ayam maupun bebek dan para unggas lainnya. Menurutnya, pada 2024 ini disbunnak akan mentargetkan 30.000 vaksin ternak, yakni minimal dalam setahun satu kali vaksin, meski banyak yang per empat bulan.
“Pemberian vaksin terhadap ternak ckup efektif untuk pencegahan penyakit pada ternak. Meski begitu, ada saja penolakan yang dirasakan oleh petugas di lapangan dari pemilik ternak yang khawatir vaksin membuat ternak sakit,” ujarnya.
Suwandi menambahkan, penggunaan vaksin tersebut gencar dilakukan sejak lima tahun terakhir yang tiap tahunnya jumlah ternak di vaksin pun selalu melebihi target.
“Kami sejak lima tahun terakhir gencar melakukan vaksinasi terhadap ternak unggas, dan jumlahnya selalu melebihi target awal vaksinasi,” pungkasnya. Yan/rds

