BANJARMASIN – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Banjarmasin menyatakan, kini di kotanya telah memiliki 26 kampung permainan tradisional.
Ketua KORMI Kota Banjarmasin Uzlah di Banjarmasin, Senin, menyampaikan kotanya sudah membentuk 26 Kelurahan sebagai kampung permainan rakyat bagi generasi muda.
“Kami terus berupaya memperluas kampung bermain dengan target tiap kelurahan ada,” ucapnya.
Kampung permainan tradisional ke-26 yang baru diresmikan KORMI Banjarmasin berada di Kelurahan Sungai Bilu Bandarmasih Timur.
Menurut dia, sebanyak 52 kelurahan di Kota Banjarmasin harus memiliki tempat untuk anak-anak atau generasi Z untuk bbermain terutama permainan tradisional daerah ini.
Di antaranya permainan tersebut adalah balogo, terompah, egrang, hadang/asinan, barongsai, ketapel, silat budaya, panco, sepatu roda dan panahan.
“Sehingga para generasi muda kita jangan sampai tidak tahu dan tidak bisa permainan daerahnya,” ucap Uzlah.
Dia pun berharap, kampung bermain ini bisa dijaga dengan baik, terus aktif hingga terus berkembang menciptakan atlet yang berprestasi di daerah ini.
Sebab, ungkap dia, permainan yang di bawah KORMI tersebut, tidak hanya menciptakan peran positif, namun juga ada tindak lanjutnya dalam ajang nasional.
Karena setiap tahun, KORMI menyelenggarakan Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) baik tingkat kota maupun provinsi.
Puncak penyelenggaraan permainan tradisional, yakni Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS).
“Jadi permainan ini tidak hanya sebagai kesenangan, tapi juga memunculkan prestasi yang membanggakan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Sungai Bilu, Banjarmasin Timur Aswin Hermawan menyampaikan akan berupaya membina kampung bermain yang baru saja diresmikan KORMI.
“Saya lihat anak-anak Sungai Bilu banyak yang memiliki bakat, ini menjadi kesempatan untuk berkembang,” tuturnya. ant