WAKIL Walikota Banjarmasin H Arifin Noor melalui rapat paripurna DPRD Kota Banjarmasin menyampaikan bahwa berdasarkan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjarmasin tahun anggaran 2024, Pemko menyiapkan Rp 2,194 triliun untuk Rancangan APBD 2024.
Anggaran tersebut terdiri dari PAD ditargetkan sebesar Rp811 Milyar dan Pendapatan Transfer sekitar Rp 1,19 triliun. Sedangkan untuk belanja daerah ditargetkan sekitar Rp 2,91 triliun.
Menurut Arifin, pada 2024 pemko akan terus meningkatkan PAD dimana memaksimalkan potensi sumber pendapatan, untuk memperbaiki pembangunan baik pembangunan infrastruktur, pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kami terus maksimalkan PAD untuk perbaikan infrastruktur, peningkatan ekonomi, menjaga inflasi penutasan stunting, pemerataan pembangunan di daerah pinggiran dll,” jelasnya, usai paripurna penyampaian nota Nota Keuangan Rancangan APBD Kota Banjarmasih tahun anggaran 2023, dan penyampaian Nota Keuangan RAPD Kota Banjarmasih tahun anggaran 2024, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Banjarmasin, Kamis (31/8).
Ia mengatakan, dalam APBD 2024 belum memuat tentang rencana rehab balaikota. “Masih belum dibahas, kamimpun masih mengkaji lahan disekitar balaikota untuk dibebaskan dan belum ada dalam pembahasan APBD,” katanya.
Ia menjelaskan, tahun 2024 ini difokuskan pada pekerjaan fisik dari usulan pokok pikiran (pokir) DPRD Kota Banjarmasin.
Memang, lanjutnya, rehab balaikota sebenarnya masuk 2026 nanti belum dibahas, bisa jadi akan dibahas di perubahan APBD 2024.
Sementara, Mathari mewakili Fraksi PKS menyampaikan pesan agar pemko memaksimalkan penggalian potensi PAD di antaranya pajak reklame, pariwisata dll.
Tak hanya itu, pihaknya juga mengharapkan kepada para SKPD agar pelaksanaan program pembangunan tepat waktu. “Jangan sampai molor seperti pekerjaan pokir anggota dewan yang masih dikeluhkan masyarakat karena belum terselesaikan,” katanya. via