
MARTAPURA – Plt Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, Hj Siti Hamidah mengungkapkan berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka stunting di Kabupaten Banjar 26,4 persen atau turun signifikan 13,8 persen dari tahun 2021.
Hal tersebut disampaikan Hamidah saat Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Percepatan Penurunan Stunting tahun 2023 di Aula Barakat, Martapura, belum lama tadi.
“Walaupun kita bisa menurunkan angka stunting yang signifikan, tetapi masih ada yang perlu dievaluasi, diantaranya pengukuran data balita di posyandu dan sinergitas dengan instansi terkait lainnya,” ujarnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar yang juga Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, Hj Nurgita Tiyas mengatakan, rakor ini untuk mengaudit dan menentukan strategi untuk memenuhi kriteria angka stunting 14 persen sesuai standar WHO.
Nurgita berharap, dengan rakor ini dapat menentukan akurasi data balita dan baduta yang ada di Kabupaten Banjar, kemudian, menentukan lokus penanganan stunting di wilayah signifikan yang ingin diturunkan angka stuntingnya.
“Menurunkan angka stunting melibatkan beberapa pihak, diantaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), karena unsur yang penting adalah masyarakat itu sendiri dan Dinas Kesehatan untuk mengaktifkan posyandu di wilayah Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kesepakatan rencana tindak lanjut rakor oleh Ketua TP PKK Banjar, Plt Kepala Dinsos P3AP2KB, perwakilan Ketua Forum Camat, Kepala Dinas PMD Syahrialludin, Kepala Dinas Kesehatan Yasna Khairina serta perwakilan Polres dan Kodim 1006 Banjar. ril/dio