Minggu, Agustus 31, 2025
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
No Result
View All Result
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ternyata Mudah, Ini Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini!

by matabanua
11 Mei 2023
in Mozaik
0
D:\2023\Mei 2023\12 Mei 2023\11\Halaman 1-11 Jumat\ternyata.jpg
(Foto:mb/web)

 

HIPERTENSI atau tekanan darah tinggi, sering disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa keluhan. Hal ini menjadi kontributor tunggal utama untuk penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke di Indonesia.

Artikel Lainnya

D:\2025\Agustus 2025\29 Agustus 2025\11\Halaman 1-11 Jumat\deretan.jpg

Deretan Minuman Penghangat Tubuh, Cocok Dikonsumsi Saat Hujan

28 Agustus 2025
D:\2025\Agustus 2025\29 Agustus 2025\11\Halaman 1-11 Jumat\meski.jpg

Meski Berkhasiat, Tapi 5 Kelompok Ini Tidak Boleh Minum Jus Tomat

28 Agustus 2025
Load More

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1 persen. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas pada 2013 sebesar 25,8 persen.

Diperkirakan hanya 1/3 kasus hipertensi di Indonesia yang terdiagnosis, sementara sisanya tidak terdiagnosis.

Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia dr. Erwinanto, Sp. JP(K), FIHA mengatakan, seseorang menderita hipertensi dan tidak dikontrol akan menjadi kontributor tunggal yang utama untuk penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

“Setiap peningkatan darah 20/10 mm Hg akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner 2 kali lebih tinggi,” terangnya pada konferensi pers Hari Hipertensi Sedunia secara virtual, dalam sebuah kesempatan.

Ia melanjutkan, seseorang didiagnosis hipertensi apabila hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan hasil tekanan sistol (angka yang pertama) = 140 mmHg dan/atau tekanan diastol (angka yang kedua) = 90 mmHg pada lebih dari 1(satu) kali kunjungan.

Dokter Erwinanto menjelaskan, bahwa pada dasarnya hipertensi bisa dicegah yakni dengan mengendalikan perilaku berisiko seperti merokok, diet yang tidak sehat (kurang konsumsi sayur dan buah, konsumsi garam berlebih), obesitas, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan stres.

Demikian langkah pencegahan tersebut, bisa membantu datangnya hipertensi. Serta terpenting, mengatur konsumsi garam perlu diperhatikan.

“Seseorang dianjurkan menggunakan garam sekitar 5 sampai 6 gram perharinya,” katanya.

Selain itu, kata dr. Erwinanto, untuk menurunkan hipertensi harus dilakukan memperbanyak makan sayur, buah, sedikit lemak jenuh, ikan, dan sedikit gula. Hal itu harus diiringi dengan berolahraga secara teratur 30 menit per hari.okz

Hiperteni,

Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia,

dr. Erwinanto,

jantung koroner ,

 

ShareTweetShare

Search

No Result
View All Result

Jl. Lingkar Dalam Selatan No. 87 RT. 32 Pekapuran Raya Banjarmasin 70234

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA