Minggu, Agustus 31, 2025
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
No Result
View All Result
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Guru BK Dalam Kurikulum Merdeka

by matabanua
29 November 2022
in Opini
0

Oleh : Yudi Rakhman,S.Pd Guru BK SMKN 1 Rantau

Kurikulum merdeka belajar merupakan bentuk evaluasi dari kurikulum 2013,kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.Kurikulum ini merupakan opsi bagi semua satuan pendidikan yang dalam proses pendataan agar memiliki kesiapan melaksanakan kurikulum merdeka belajar.Oleh karena itu,sekolah yang belum siap melaksanakan kurikulum merdeka masih dapat menggunakan kurikulum 2013 dan kurikulum darurat.Adapun konsep dari kurikulum merdeka belajar adalah :

Artikel Lainnya

Beras 5 Kg Tak Sesuai Takaran

Maulid Nabi dan Momentum Refleksi Diri

28 Agustus 2025
Beras 5 Kg Tak Sesuai Takaran

Delapan Dekade Merdeka, Pendidikan dan Kesehatan Masih Jauh dari Harapan

28 Agustus 2025
Load More

1.Fokus pada materi esensial,sehingga ada waktu untuk pembelajaran mendalam untuk kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi

2.Fleksibilitas guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi berdasarkan kemampuan peserta didik

3.Pembelajaran yang berbasis proyek yang bertujuan mengembangkan soft skill serta karakter sesuai profil pelajar pancasila

Adapun keunggukan dari kurikulum merdeka belajar :

1.Lebih merdeka.Dalam hal ini dihilangkannya peminatan bagi peserta didik jenjang SMA.Peserta didik dapat memilih mata pelajaran sesuai minat,bakat dan aspirasinya.Guru juga diharapkan mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik.

2.Lebih sederhana dan mendalam.Kurikulum ini berfokus pada materi esensial serta perkembangan kompetensi peserta didik pada fasenya.Proses pembelajaran akan lebih mendalam,bermakna tidak terburu-buru serta meyenangkan.

3.Lebih relevan dan interaktif.Dengan menggunakan kurikulum ini dilakukan dengan kegiatan proyek yang akan memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual.

Kurikulum merdeka belajar dirancang sebagai bagian dari upaya Kemendikbudristek untuk mengatasi krisis belajar yang telah lama kita hadapi, dan menjadi semakin parah karena pandemi. Krisis ini ditandai oleh rendahnya hasil belajar peserta didik, bahkan dalam hal yang mendasar seperti literasi membaca. Krisis belajar juga ditandai oleh ketimpangan kualitas belajar yang lebar antar wilayah dan antar kelompok sosial-ekonomi. Tentu, pemulihan sistem pendidikan dari krisis belajar tidak bisa diwujudkan melalui perubahan kurikulum saja. Diperlukan juga berbagai upaya penguatan kapasitas guru dan kepala sekolah, pendampingan bagi pemerintah daerah, penataan sistem evaluasi, serta infrastruktur dan pendanaan yang lebih adil. Namun kurikulum juga memiliki peran penting. Kurikulum berpengaruh besar pada apa yang diajarkan oleh guru, juga pada bagaimana materi tersebut diajarkan.

Karena itu, kurikulum yang dirancang dengan baik akan mendorong dan memudahkan guru untuk mengajar dengan lebih baik. Dalam permendikbud Nomor 111 tahun 2014 dijelaskan bahwa bimbingan dan konseling sebagai upaya sistematis, objektif, logis dan berkelanjutan serta terperogram yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik mencapai kemandirian dalam kehidupannya.Salah satu yang juga memegang peranan penting dalam pelaksanaan kurikulum ini adalah guru bimbingan konseling, dimana guru bimbingan konseling memiliki peranan dalam implementasi Kurikulum Merdeka, peran guru bimbingan konseling adalah mewujudkan kesejahteraan psikologis peserta didik (student wellbeing) dan memfasilitasi perkembangan peserta didik agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya dalam rangka mencapai perkembangan secara optimal. Selain itu guru bimbingan konseling juga menjadi bagian dalam penyusunan proyek penguatan profil pelajar pancasila.

Adapun peranan guru bimbingan konseling dalam kurikulum merdeka adalah :

1. Membantu meningkatkan prestasi belajar siswa.Setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda dan juga memilik kondisi yang tidak sama. Hal ini mengakibatkan tidak semua siswa di sekolah mampu mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik dan lancar. Beberapa siswa mungkin mengalami kesulitan memahami materi pelajaran dan membutuhkan perhatian lebih dari guru. Di sinilah, seorang guru BK memiliki peran untuk memberikan konseling kepada siswa yang mengalami kesulitan atau masalah dalam belajar supaya dapat menemukan solusi yang tepat. Dengan tindakan konseling yang diberikan kepada siswa yang mempunyai kesulitan atau masalah dalam kegiatan belajar, secara otomatis akan dapat meningkatkan prestasi belajar mereka.

2. Membantu mengetahui dan mengembangkan kemampuan siswa. Pengertian guru BK menurut Ws. Winkell adalah seorang guru bidang studi yang telah mendapat pendidikan formal sebagai tenaga pembimbing, di samping tetap menjadi tenaga pengajar, ia juga memiliki kedudukan sebagai tenaga bimbingan yang dibawahi oleh penyuluh pendidikan dan bertugas memberi pelayanan bimbingan sejauh tidak bertentangan dengan tugasnya sebagai tenaga pengajar. Seorang guru BK memiliki wewenang untuk memberi berbagai macam tes pada siswa guna mengetahui kemampuan yang mereka miliki. Tes tersebut bisa berupa tes IQ, tes minat bakat dan tes kepribadian siswa. Hasil dari rangkaian tes tersebut dapat dijadikan acuan untuk mengetahui semua aspek yang ada dalam diri siswa, sehingga memudahkan untuk memberi bimbingan dan konseling yang berguna bagi perkembangan mereka.

3. Membantu memecahkan masalah yang dihadapi siswa. Peran guru BK di sekolah tidak hanya untuk membantu siswa memecahkan masalah akademis dan kegiatan belajarnya saja. Tetapi masalah lain seperti hubungan sosial mereka di sekolah juga harus dipecahkan karena berpotensi menganggu konsentrasi siswa. Permasalahan non akademis yang mungkin dialami siswa antara lain kesulitan dalam membangun hubungan atau interaksi sosial dengan teman lainnya, masalah kepribadian, masalah lingkungan, keluarga, dan lain sebagainya. Jika dibiarkan, dikhawatirkan hal ini dapat membawa dampak buruk pada perkembangan siswa di sekolah.

4. Memberikan motivasi belajar pada siswa. Seorang guru BK harus mampu menjalankan peran sebagai motivator belajar bagi siswa. Dengan keahlian yang kreatif dalam memberikan motivasi belajar kepada siswa, diharapkan akan dapat menjadi penyemangat dan pemacu keinginan siswa untuk meraih prestasi baik dari segi akademik mamupun non akademik.

5. Memberikan materi pengembangan diri dan pelajaran Budi Pekerti. Guru BK tidak hanya hadir saat siswa mengalami permasalahan. Guru Bk juga harus memberikan materi pengembangan diri dan pelajaran budi pekerti pada siswa. Sejatinya sekolah tidak hanya mencetak siswa-siswa yang pintar, tetapi juga harus memiliki kepribadian yang baik untuk menjadi bekal mereka di masa depan.

6. Sebagai Mediator Peran guru BK selanjutnya adalah sebagai mediator antara pihak sekolah dengan orangtua siswa, khususnya ketika siswa tersebut mengalami masalah di sekolah. Sekolah memang memiliki tanggung jawab untuk mendidik siswa. Namun ada beberapa masalah yang perlu dilaporkan dan dikomunikasikan kepada orang tua. Tidak semua permasalahan siswa dapat diselesaikan oleh guru BK sendiri. Kerjasama dengan orang tua juga akan sangat membantu mengatasi kendala atau permasalahan yang dialami oleh siswa.

7. Memberikan bantuan kepada guru selain Guru BK. Di sekolah tidak bekerja sendirian,Guru Bk harus mau membantu guru lainnya yang membutuhkan masukan mengenai metode belajar yang tepat dan dibutuhkan oleh siswa. Jika ada guru yang belum mengetahui karakteristik siswa dan metode belajar yang tepat bagi mereka, guru BK dapat membagikan pengetahuannya tentang karakteristik peserta didik dan memberikan masukan mengenai metode pembelajaran yang tepat seperti kebutuhan siswa.

Tidak ada kriteria khusus bagi satuan pendidikan yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka. Kepala sekolah yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka akan diminta untuk mempelajari materi yang disiapkan oleh Kemendikbudristek tentang konsep Kurikulum Merdeka. Perubahan kerangka kurikulum tentu menuntut adaptasi oleh semua elemen sistem pendidikan. Proses tersebut membutuhkan pengelolaan yang cermat sehingga menghasilkan dampak yang kita inginkan, yaitu perbaikan kualitas pembelajaran dan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, opsi kurikulum ini adalah salah satu upaya manajemen perubahan.

 

 

Tags: Guru BKGuru BK SMKN 1 Rantaukurikulum merdekaYudi Rakhman
ShareTweetShare

Search

No Result
View All Result

Jl. Lingkar Dalam Selatan No. 87 RT. 32 Pekapuran Raya Banjarmasin 70234

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA