Minggu, Agustus 31, 2025
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
No Result
View All Result
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Apa yang Dapat Kita Lakukan dalam Merespon Perubahan ?

by matabanua
20 November 2022
in Opini
0
D:\2022\November 2022\21 November 2022\8\8\bb Rahfit Syahputra, S.jpg
Rahfit Syahputra, S.Pd (Mahasiswa PPG Prajabatan 2022 UNP, Bidang Sejarah /Fungsionaris HMI Komisariat IS UNP)

Hal yang tidak berubah yaitnya perubahan itu sendiri. Begitulah ungkapan yang diutarakan oleh salah seorang filsuf. Para pembaca sekalian, sebelum masuk ke pokok bahasan opini singkat ini, marilah sama-sama kita kaji secara garis besar terkait perubahan yang telah terjadi di dunia yang kita tempati ini. Dunia saat ini telah memasuki fase perubahan yang demikian masif dalam berbagai ranah termasuk teknologi. Kita tidak dapat menentangnya sebab mau bagaimana pun sisi positif dari perubahan tersebut kiranya dapat mempengaruhi sendi-sendi aktivitas yang dilalui manusia. Ambillah sebagai misal perubahan dalam ranah komunikasi.

Jika kita tinjau lebih jauh ke belakang, dalam ranah komunikasi sebelum ditemukannya telepon atau handphone seperti saat ini, orang-orang bercengkrama hanya menggunakan selembar kertas jikalau mereka sedang berjauhan, pemberi pesan menuliskan apa-apa yang hendak disampaikan di dalamnya. Maka bernamalah ia sebagai surat. Ya, dahulu orang berkirim kabar hanya melalui surat. Orang-orang yang hendak melakukan perubahan kemudian mencari jalan dan menggali ilmu pengetahuannya untuk membuat suatu alat yang dapat menjembatani secara efektif dan praktis aktivitas komunikasi manusia yang saling berjauhan. Perubahan-perubahan itu tampak kemudiannya dengan ditemukannya telegraf sebagai wujud sederhana dalam memfasilitasi komunikasi, kemudian ditemukan pula telepon, dan sampai ke tingkat yang lebih canggih seperti handphone yang kita gunakan hingga saat ini.

Artikel Lainnya

D:\2025\September 2025\1 September 2025\8\master opini.jpg

Hilangnya Sosok Tulang Punggung Keluarga di Kaki Barracuda

31 Agustus 2025
D:\2025\September 2025\1 September 2025\8\Hasnah Mega Putri.jpg

Jurang Demokrasi: DPR Mewakilkan Siapa?

31 Agustus 2025
Load More

Perubahan yang terjadi sekarang ini tidak berkutat pada aspek yang diceritakan di atas tadi saja, namun begitu terjadi pembaharuan-pembaharuan ke arah yang lebih konstruktif dan efektif untuk menunjang berbagai aktivitas lain yang dilakukan manusia. Cara orang mengekpresikan ide, cara orang berinteraksi, bagaimana orang membuat sesuatu dengan cepat, dan perubahan lainnya terjadi pada zaman ini.

Revolusi Industri : Kerja Manusia Hingga Kerja Mesin

Kontribusi teknologi dalam menyokong aktivitas manusia khususnya dalam ranah pekerjaan sebenarnya telah berlangsung sejak Revolusi Industri meletus. Teknologi yang ditemukan saat itu mulanya memang untuk membantu pekerjaan manusia agar hasil yang diperoleh lebih baik dan dapat diselesaikan dengan cepat. Seiring dengan perkembangan zaman perubahan-perubahan tersebut terjadi dalam berbagai ranah.

Dalam ranah jual-beli, orang tidak takut lagi pergi keluar rumah untuk membeli sesuatu ketika hujan lebat, petir mengganas, badai menggila. Semua situasi itu dapat dientaskan dengan mengambil gadjet/HP dan melalukan pemesan secara online yang pada gilirannya akan diantarkan ke rumah konsumen oleh pihak penyedia jasa terkait. Jika tidak ada e-money sebagai alat pembayaran online orang tidak perlu cemas dan risau, metode pembayaran tersedia dalam berbagai bentuk, Cast On Delivery (COD) bahasa lainnya.

Dalam artian sederhana, orang tidak perlu lagi capek-capek ke luar rumah hanya untuk membeli pakaian atau kebutuhan lainnya. Duduk sambil melihat list yang dikehendaki, lakukan pembayaran online atau metode COD, pembeli tinggal duduk manis sembari minum kopi menikmati suasana senja di rumah. Ketukan pintu dengan diiringi suara nan berirama, yang dinanti-nanti oleh pembeli akan tiba sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Begitulah kemudahan-kemudahan yang diperoleh jika perubahan tersebut dimanfaatkan secara baik sehingga eksplisit untuk menunjang aktivitas manusia. Bukan hanya untuk menunjang aktivitas saja namun begitu juga mempermudah manusia dalam memenuhi kebutuhannya.

Respon kita ?

Sekedar sebagai pesan yang hendak diutarakan oleh penulis dalam opini singkat nan sederhana ini bahwa perubahan yang terjadi baik itu dalam ranah tekonologi dan tatanan lainnya bilamana tidak dilakukan filterisasi secara ketat dan kajian yang agak filosofis maka akan bermuara pada tindakan negative. Cobalah lihat kasus-kasus kejahatan yang terjadi saat ini. Tidak sedikit orang yang terlibat dalam penyalahgunaan kemajuan tekonologi untuk kejahatan. Mereka yang berlaku demikian telah terjerumus ke dalam lembah kegelapan. Mereka hanya memikirkan kepuasan batiniah dan material namun merugikan beberapa pihak. Terjadi perjudian online, jual beli data, investasi bodong dan kejahatan lainnya. Kita mesti berhati-hati terhadap hal demikian. Kita mesti melakukan tindakan preventif untuk menghadapi situasi tersebut. Sesuatu yang dilakukan tanpa ada ilmunya maka akan berujung kepada tindakan yang salah. Hal yang perlu diperhatikan oleh setiap individu guna menghadapi perubahan secara positif yaitunya dengan mempelajari terlebih dahulu apa fungsi perubahan itu. Orang-orang melakukan pembaharuan guna menciptakan sesuatu hal yang kontruktif. Dalam makna lainnya bahwa suatu perubahan itu akan mengarah ke tujuan yang positif jikalau orang yang menerima perubahan meresponnya secara baik (perkembangan teknologi). Sisi lain perubahan yang terjadi khusunya dalam aspek teknologi kadangkala membuat konsumerisme di tengah masyarakat meluas.

Perubahan dalam Proses Pembelajaran

Tanpa terlepas dari penjabaran di atas marilah kita angsur bahasan kita kepada aspek substansial kenapa opini ini ditulis. Opini singkat ini merupakan uraian deskriptif mengenai perubahan yang harus dilakukan oleh guru sejarah dalam mendesign pembelajaran. Perubahan-perubahan yang diilustrasikan di atas tadi merupakan hal yang menjadi batu loncatan terkait dengan kenapa penulis membuat opini ini. Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa dalam bebebapa ranah, orang tidak lagi melakukan aktivitas secara manual (baik itu komunikasi, jual beli, interaksi, dan kegiatan lainnya).

Telah ada teknologi-teknologi yang sengaja diciptakan untuk mempermudah aktivitas manusia. Belajar dari temuan para pendahulu di bidangnya, maka perubahan dalam ranah proses pembelajaran secara umum dan pembelajaran sejarah khususnya semestinya juga dilakukan dengan optimal. Sejarah merupakan pembelajaran yang dapat dijadikan sumber dalam menanamkan nilai nasionalisme kepada setiap anak bangsa. Di dalamnya memuat materi yang dapat memantik dan menyuburkan benih-benih patriotisme.

Jika seorang guru sejarah belum maksimal mendesign pembelajaran yang interaktif barangkali persepsi peserta didik mengenai pembelajaran sejarah itu membosankan akan semakin larut dan berketerusan. Mengacu kepada aspek perubahan yang telah dijabarkan di atas, guru sejarah dapat mengadopsi perubahan teknologi guna merancang pembelajaran yang lebih menarik. Guru sejarah harus memposisikan dirinya sebagai fasilitator yang berpihak kepada anak didik dalam memenuhi kebutuhan belajar mereka. Setiap peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Menurut penulis mereka akan berminat belajar jika apa-apa yang disampaikan itu sesuai dengan gaya belajarnya masing-masing. Jika guru mampu melakukan seperti demikian maka pembelajaran sejarah akan lebih menyenangkan dipelajari oleh peserta didik. Bukankah pembelajaran sejarah itu akan berarti bila peserta didik telah mampu mengadopsi nilai konstruktif dari setiap materi yang telah dipelajari. Oleh sebab itu seorang guru sejarah juga dapat memantik peserta didik dengan berbagai pertanyaan kenapa peristiwa A terjadi, apa akibatnya, dan bagaimana kita dapat mengambil nilai konstruktif untuk kita gunakan dalam menjalani aktvitas kehidupan pada periode sekarang.

Manakala secara keseluruhan aktivitas belajar diselenggarakan dengan berpusat kepada peserta didik maka pembelajaran sejarah akan jauh lebih menarik dari proses pembelajaran yang dijalankan secara konvensional. Pemerintah telah menerapkan kurikulum merdeka pada kebanyakan sekolah di Indonesia. Hal ini merupakan salah satu perubahan dalam bidang pendidikan/proses pembelajaran. Pembelajaran berdiferensiasi (konten, proses, dan produk) salah satu unsur yang ada dalam merdeka belajar itu, merupakan aspek yang sangat membantu guru secara umum dan guru sejarah secara khusus dalam memfasilitasi anak didiknya untuk belajar sesuai dengan minatnya masing-masing atau istilah lainnya diferensiasi proses. Semoga kita semua dapat menjadi sosok pendidik yang mampu memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara sungguh-sungguh.

 

 

Tags: Mahasiswa PPG PrajabatanRahfit Syahputra
ShareTweetShare

Search

No Result
View All Result

Jl. Lingkar Dalam Selatan No. 87 RT. 32 Pekapuran Raya Banjarmasin 70234

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA