Minggu, Agustus 31, 2025
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
No Result
View All Result
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Koroner dan Hipertensi Jadi Faktor Risiko Penyebab Gagal Jantung

by matabanua
10 November 2022
in Mozaik
0
D:\2022\November 2022\11 November 2022\11\Halaman 1-11 Jumat\koroner.jpg
(Foto:mb/web)

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK), dr. Rarsari Soerarso, Sp.Jp (K) menjelaskan bahwa jantung koroner, hipertensi hingga apnea tidur merupakan beberapa faktor risiko dari terjadinya gagal jantung.

“Penyebab gagal jantung terbanyak kalau di RS Harapan Kita itu, pertama koroner dan kedua baru hipertensi,” ujar dr. Rarsari Soerarso, Sp.Jp (K) di Jakarta, Selasa.

Artikel Lainnya

D:\2025\Agustus 2025\29 Agustus 2025\11\Halaman 1-11 Jumat\deretan.jpg

Deretan Minuman Penghangat Tubuh, Cocok Dikonsumsi Saat Hujan

28 Agustus 2025
D:\2025\Agustus 2025\29 Agustus 2025\11\Halaman 1-11 Jumat\meski.jpg

Meski Berkhasiat, Tapi 5 Kelompok Ini Tidak Boleh Minum Jus Tomat

28 Agustus 2025
Load More

Gagal jantung merupakan kondisi ketika otot jantung tidak memompa darah sebagaimana normalnya. Ketika hal ini terjadi, darah tidak mengalir lancar dan cairan dapat menumpuk di paru-paru hingga menyebabkan sesak napas.

Kondisi jantung tertentu seperti penyempitan arteri di jantung (penyakit arteri koroner) atau tekanan darah tinggi, secara bertahap membuat jantung terlalu lemah atau kaku untuk mengisi dan memompa darah dengan benar.

Gagal jantung dapat berlangsung terus-menerus (kronis) atau mungkin dimulai tiba-tiba.

Selain jantung koroner dan hipertensi, beberapa faktor lain yang juga menyebabkan gagal jantung adalah kardiomiopati atau kondisi yang mempengaruhi otot jantung, artimia, kerusakan pada katup jantung, penyakit jantung bawaan, konsumsi alkohol, merokok dan apnea tidur atau ketidakmampuan bernapas dengan benar saat tidur.

dr. Rarsari mengatakan beberapa ciri gagal jantung yang dapat dikenali adalah sesak napas saat istirahat atau beraktivitas, kelelahan luar biasa, napas pendek, detak jantung cepat, tidak nafsu makan, batuk dan bersin setiap saat, kenaikan berat badan secara drastis serta sering buang air kecil di malam hari.

“Biaya gagal jantung itu besar banget dan banyak orang yang enggak tahu kalau dia sudah mengarah ke gagal jantung. Dia juga akan sering bolak balik dirawat,” kata dr. Rarsari.

Berdasarkan data I-HEFCARD, 17,2 persen pasien gagal jantung di Indonesia meninggal saat perawatan rumah sakit. 11,3 persen meninggal dalam satu tahun perawatan dan 17 persen akan mengalami rehospitalisasi berulang.

Menurut dr. Rarsari, saat ini sudah banyak pilihan untuk pengobatan gagal jantung. Yang paling utama adalah kontrol ketat atas obat dan gaya hidup serta pemantauan yang cermat.

Seiring dengan perkembangan kondisi pasien, dokter juga dapat menawarkan pilihan pengobatan yang lebih lanjut. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya hal yang lebih buruk seperti menurunkan risiko kematian dan kebutuhan rawat inap, meredakan gejala serta meningkatkan kualitas hidup.ant/ron

 

 

Tags: dr. Rarsari SoerarsoipertensiKoronerRS Harapan Kita
ShareTweetShare

Search

No Result
View All Result

Jl. Lingkar Dalam Selatan No. 87 RT. 32 Pekapuran Raya Banjarmasin 70234

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA