
AMUNTAI – Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Hulu Sungai Utara(HSU) membuka Program Pelatihan Kerja Dan Produktivitas Tenaga Kerja Sumber Dana APBD Tahun 2022, bertempat di Balai Latihan Kerja(BLK) Amuntai.
Adapun kejuruan yang dibuka antara lain pengoperasian komputer dasar, menjahit dasar, service sepeda motor, mobil bensin, dan AC Split.
Dalam kesempatan nya, Plt. Bupati HSU Husairi Abdi mengatakan, kegiatan tersebut tentunya memiliki arti penting dan strategis bagi para pencari kerja, dalam rangka memberikan dan meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan keterampilan mereka, sehingga kedepannya para pencari kerja memiliki keterampilan khusus dan kompetensi di bidangnya, yang pada akhirnya akan memudahkan mereka untuk mencari dan mendapatkan kesempatan kerja.
Bertambahnya jumlah angkatan kerja, terbatasnya lapangan kerja, kurangnya etos kerja serta minimnya keterampilan dan keahlian yang dimiliki oleh pencari kerja merupakan pemicu dan problematika yang selalu di hadapi.
Salah satu alternatif dan solusinya, adalah perlu upaya peningkatan keterampilan dan kompetensi para pencari kerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja yang diperlukan melalui pengembangan dan penyesuaian program pelatihan yang dilaksanakan oleh Dinas Penanama Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu melalui UPTD Balai Latihan Kerja Amuntai.
Kepala DPMPTSP HSU Dra. Hj. Galuh Bungsu Sumarni, M. AP mengatakan, pada tahun 2022 BLK Amuntai mendapat bantuan dana pelatihan bagi pencari kerja yang ada di Kabupaten HSU sebanyak 224 orang yang terdiri dari pelatihan kejuruan menjahit, komputer, AC dan Otomotif.
Lebih lanjut, ia mengatakan, jumlah anggaran APBD sebesar Rp. 490.980.519,-(Empat ratus sembilan puluh juta sembilan ratus delapan puluh ribu lima ratus sembilan belas rupiah). Dengan jumlah 7 paket pelatihan : 5 paket dilaksanakan saat ini dan 2 paket pelatihan di APBD perubahan.
Dan jumlah anggaran APBN sebesar Rp. 542.448.000,-(lima ratus empat puluh dua juta empat ratus empat puluh delapan ribu rupiah) dengan jumlah 7 paket pelatihan : 6 paket sudah dilaksanakan dan 1 paket pelatihan dilaksanakan bulan Oktober setelah selesai pelatihan dana APBD. Ia berharap, sebagian dana pendidikan yang di alokasikan sebesar 20% dari APBD itu sebagian di arahkan untuk merevitalisasi BLK baik untuk perbaikan infrastruktur gedung maupun yang lainnya.(suf/mb03)