Minggu, Agustus 31, 2025
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
No Result
View All Result
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Usai Diperiksa Komnas HAM, Bharada E Pilih Bungkam

by matabanua
26 Juli 2022
in Headlines
0

 

BHARADA E meninggalkan Komnas HAM setelah diperiksa hampir 5 jam soal insiden penembakan Brigadir J. Ia memilih diam ketika dicecar pertanyaan oleh awak media. (foto:mb/ant)

JAKARTA – Bharada E, ajudan Irjen Ferdy Sambo, diperiksa hampir lima jam oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), terkait insiden penembakan Brigadir J.

Artikel Lainnya

KPK Dalami soal Pembagian Kuota Haji

KPK Dalami soal Pembagian Kuota Haji

28 Agustus 2025
Istana Pelajari Putusan MK Larang Wamen Rangkap Jabatan

Istana Pelajari Putusan MK Larang Wamen Rangkap Jabatan

28 Agustus 2025
Load More

Bharada E menjalani pemeriksaan mulai pukul 13.25 WIB. Salah satu Humas Komnas HAM menyebut pemeriksaan selesai pada pukul 18.06 WIB.

Usai diperiksa, anggota Provam tersebut meninggalkan Kantor Komnas HAM pukul 18.20 WIB. Ia lebih banyak menunduk saat berjalan.

Bharada E memilih bungkam saat ditanyai oleh awak media terkait pertemuan dengan Komnas HAM. Bharada E hanya berjalan dan langsung memasuki mobil.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyebut, dalam pemeriksaan itu pihaknya menanyakan banyak hal. Salah satu yang ditanyakan yakni terkait bagaimana peristiwa dan kondisi saat itu.

“Jadi kami melihat spektrum bagaimana kondisinya,” ucap Anam di Kantor Komnas HAM, Selasa, seperti dikutip cnnindonesia.com.

Sebelumnya, Bharada E mendatangi Kantor Komnas HAM secara terpisah dengan rombongan ajudan Sambo lainnya. Kedatangan para ajudan Sambo itu untuk dimintai keterangan oleh Komnas HAM terkait kasus penembakan Brigadir J.

Berdasarkan pantauan cnnindoesia.com, rombongan yang terdiri dari lima ajudan Sambo datang pukul 09.45 WIB. Mereka masuk secara bersamaan ke Kantor Komnas HAM.

Choirul Anam mengatakan keterangan dari para ajudan Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo menjadi salah satu pilar utama dalam konstruksi peristiwa kematian Brigadir J.

Brigadir J diklaim tewas dalam baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat 8 Juli lalu.

“Jadi ADC ini menjadi salah satu pilar utama dalam konstruksi peristiwa dan bagaimana melihat peristiwa kematian Brigadir J ini,” kata Anam.

Ia menjelaskan, pihaknya melakukan dua model pemeriksaan untuk mengorek keterangan sejumlah ajudan Sambo. Mereka akan diperiksa terpisah maupun bersama-sama.

“Ada dua model yang akan kami lakukan, memang pasti sendiri sendiri dan ada yang satu tempat bersama, karena kami kepengen tau detail apa yang terjadi, konteksnya apa,” ujarnya.

Anam mengaku ingin analisis dari Komnas HAM terkait kematian Brigadir J komprehensif. Oleh sebab itu, ia juga ingin mengetahui analisis yang berkembang di publik.

“Jadi kami kepingin komprehensif, analisa analisa yang berkembang di publik saat ini, kami kepingin tau persis apa dan bagaimana peristiwa itu terjadi,” katanya. web

 

 

Tags: baku tembakBharada EDiperiksa Komnas HAMinsiden penembakanpenembakan Brigadir J
ShareTweetShare

Search

No Result
View All Result

Jl. Lingkar Dalam Selatan No. 87 RT. 32 Pekapuran Raya Banjarmasin 70234

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA