Mata Banua Online
Senin, Mei 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Timwas Haji Minta Agar Kasus Firdaus Tak Terulang

by Mata Banua
24 Mei 2026
in Headlines
0

 

Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang

MEKKAH – Tim Pengawas Haji DPR 2026 buka suara terkait kasus meninggalnya Muhammad Firdaus, jemaah haji Indonesia berusia 72 tahun dari Kloter JKG-27, yang sebelumnya dilaporkan hilang di Arab Saudi.

Berita Lainnya

Menlu RI Kecam Pencegatan Kapal GSF Oleh Israel

Menlu RI Kecam Pencegatan Kapal GSF Oleh Israel

24 Mei 2026
Gubernur Kalsel Terima Kunjungan Kepala Konjen Australia

Gubernur Kalsel Terima Kunjungan Kepala Konjen Australia

24 Mei 2026

Melalui anggota Timwas Haji DPR 2026 yang juga Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang mereka menyesalkan kasus tersebut.

Ia menilai ada unsur pengabaian dalam kasus Firdaus.

“Kita prihatin dan miris, ada jemaah yang hilang, begitu ditemukan sudah dalam keadaan meninggal. Kalau terkait dengan nyawa manusia, rasa-rasanya kok seperti terabaikan. Padahal kita punya petugas yang dikirim ke sini dan terlatih. Ada jemaah tersesat, tidak tahu kembali seperti apa, itulah dia yang membuat kita menjadi miris. Ini tidak boleh terjadi. Urusan meninggal bukan urusan kita, tapi urusan meninggal karena kelalaian, wah itu memperhatinkan sekali,” katanya di Mekkah, Sabtu (23/5) malam, yang dikutip CNNndonesia.com.

Agar masalah tersebut tak berulang, Marwan meminta kepada petugas haji untuk cermat dalam melaksanakan tugas mereka.

Ia meminta mereka cermat memilah mana jemaah haji yang bisa menjalankan ibadah mereka secara mandiri dan mana yang perlu didampingi.

“Jangan sampai lansia dibiarkan bergerak sendiri. Tidak bisa bertanya, tidak bisa membaca, bahkan apa? kemampuan untuk bergerak sudah tidak memungkinkan. Ini tidak boleh terjadi, apalagi besok. Karena di Arafah suasananya seperti lautan manusia, begitu juga di Muzdalifah. Sama halnya dengan di Mina menuju jamarat. Ini harus hati-hati, para petugas diaktifkan semua simpul agar jemaah tidak ada yang tersesat,” katanya.

Jemaah haji Indonesia bernama Muhammad Firdaus Akhlan (72) yang sebelumnya hilang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi, pada 22 Mei.

Jenazah ditemukan oleh otoritas Arab Saudi di wilayah perbukitan Jabal Kudai, berjarak sekitar 2,5 km dari pemondokannya di kawasan Misfalah. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper