
TANJUNG- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Tabalong menggelar Temu Teknis Penyuluh Pertanian, bertempat di Hotel Jelita Tanjung, Kamis (21/5).
Kegiatan digelar dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian lapangan (PPL) di kecamatan dan desa dalam memberikan pendampingan bagi petani.
Kabid Bina Penyuluhan DKPPP, Rahman Effansyah menyampaikan, kegiatan ini juga sekaligus penyuluhan pasca Inpres Nomor 3 Tahun 2025 yang kini para penyuluh pertanian berada di bawah Kementerian Pertanian RI.
“Temu Penyuluh Pertanian ini diikuti 68 orang yang ada di Tabalong dan tersebar pada 12 kecamatan hingga 121 desa,” katanya.
Sementara, Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf mengungkapkan, meski PPL sekarang berada dibawah Kementerian Pertanian, tetapi pemerintah daerah akan tetap bersinergi.
“Kita akan selalu bersinergi agar swasembada pangan ini bisa berjalan dengan lancar,” jelas Wabup.
Untuk mendukung aksesibilitas para penyuluh, pemerintah juga telah memberikan alat transportasi pada tahun 2025 sebanyak 46 unit.
“InshaAllah tahun ini sisanya atau 22 unit, agar 68 PPL memiliki alat transportasi dan dapat mempermudah ke titik-titik yang mereka bina,” tuturnya.
Wabup juga menegaskan PPL adalah mitra penting bagi pemerintah daerah karena tanpa mereka, pertanian tidak dapat berkembang.
“Tanpa PPL pertanian kita tidak bisa berkembang maju, karena dengan adanya mereka sangat mendukung dan bisa membantu para petani kita yang tersebar di desa-desa,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan, Wahida Annisa Yusuf, Tenaga Ahli Kementan RI, M Arsyad, dan Kepala DKPPP Tabalong, H Fahrul Raji.yan/rds

