Mata Banua Online
Senin, Mei 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Di Tengah Pelemahan Rupiah, Rakyat Kecil Kian Terhimpit

by Mata Banua
24 Mei 2026
in Opini
0
Foto: ilustrasi. (foto:mb/web)

Oleh : Ummu Aqilla F.M., S. Pd.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini Rabu 20 Mei 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif (berubah-ubah atau tidak menentu), tetapi cenderung ditutup melemah pada rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS. Berdasarkan data TradingView, rupiah ditutup melemah sebesar 0,22% ke level Rp17.700 per dolar AS pada Selasa (19/5/2026). Pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS sejalan dengan depresiasi (penurunan nilai suatu aset atau barang dalam jangka waktu tertentu) mayoritas mata uang Asia lainnya. (Bisnis.com, Rabu 20/05/2026). Depresiasi rupiah terhadap dolar ini membuat kondisi perekonomian di Indonesia semakin mengkhawatirkan bahkan berdampak pada naiknya harga-harga bahan baku dan juga energi.

Berita Lainnya

Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

Transisi Energi Berkeadilan Sebagai Hak Konstitusional Warga Negara

21 Mei 2026
Mengurai Akar Kemiskinan dan Stunting dalam Perspektif Islam

Mengurai Akar Kemiskinan dan Stunting dalam Perspektif Islam

18 Mei 2026

Dari kenaikan harga-harga ini menyebabkan rakyat semakin terhimpit, kesulitan memenuhi kebutuhan hidup bahkan bisa berujung pada jeratan pinjol, dan lain-lain. Selain itu, dari melonjaknya harga barang membuat masyarakat menahan diri untuk berbelanja, terutama bagi keluarga dengan penghasilan rendah, tentu lebih memilih untuk melakukan penghematan. Apalagi melihat gaji di Indonesia yang rendah, tetapi harga terus melonjak. Dampak lainnya adalah kemungkinanakan terjadigelombang Pengurangan Tenaga Kerja (PHK) dikarenakan kebijakan yang diambil oleh perusahaandalam rangka menjaga efisiensi dan kelangsungan bisnis di tengah meningkatnya biaya operasional perusahaan.

Di tengah pelemahan tersebut, Bapak Presiden Prabowo pada Sabtu (16/5/2026) menyatakan bahwa masyarakat desa tidak menggunakan dolar pun turut menuai polemik, namun pemerintah memandang apa yang dialami masyarakat masih dalam kondisi aman.

Terkait fakta menurunnya nilai tukar rupiah ini, sejumlah ekonom menilai bahwa hal ini terjadi dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik. Kondisi politik Internasional saat ini yaitu perang AS dengan Iran mempengaruhi akivitas pasar global sehingga memicu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.Ketidakpekaan pemerintah terhadap realitas kondisi masyarakat juga dapat berujung pada kekeliruan penyelesaian masalah ekonomi sendiri. Sehingga masyarakat pada akhirnya akan menanggung sendiri beban hidup karena ketiadaan peran pemerintah untuk menyelesaikan problem tersebut, bahkan kebijakan yang dibuat justru semakin memperburuk keadaan salah satunya adalah jumlah utang yang semakin melambung.

Sebuah negara secara umum pasti memiliki sistem yang diterapkan untuk menjalankan urusan rakyatnya, termasuk sistem politik dan ekonomi sebab dua hal ini termasuk yang paling penting dan menentukan kesejahteraan.

Namun, satu hal yang patut diketahui bahwa terdapat ilmu yang khusus mempelajari tentang ekonomi Islam. Singkatnya, sistem ini menerapkan nilai-nilai Islami ke dalam praktik ekonomi. Sistem Ekonomi Islam juga dikenal dengan sebutan sistem ekonomi syariah. Dimana secara bahasa, syariah memiliki arti jalan, aturan, dan hukum yang diciptakan Allah SWT yang harus dilakukan oleh manusia. Maka dari itu, mekanisme ini menjadikan nilai Islami dalam penerapannya. Dalam sistem ekonomi Islam akan menerapkan sistem uang yang lebih stabil, yakni dengan emas dan perak.

Pemerintah dalam rangka menjalankan tugasnya sebagai pengurus rakyat, artinya memikirkan dan mengupayakan agar kesejahteraan rakyat tercapai, maka negara akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme tertentu yang ditetapkan syariat, seperti larangan riba, jaminan distribusi kekayaan, pengaturan kepemilikan dan lain sebagainya. Hal tersebut di atas dikarenakan kesejahteraan masyarakat menjadi tanggung jawab pemimpin, karena ia adalah ra’in sekaligus junnah yang wajib melindungi masyarakat dari kesengsaraan hidup.

Dalam pandangan ekonomi Islam, kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin melalui penerapan sistem ekonomi yang adil, stabil, serta berlandaskan syariat untuk mencegah kesenjangan dan kesengsaraan hidup masyarakat.Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah yang lebih serius dalam menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi kesejahteraan masyarakat tentu dengan menerapkan sistem ekonomi yang bersumber dari al Khalik yaitu Allah SWT.

Wallahu’alam bishshawwab

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper