Mata Banua Online
Rabu, Juni 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemerintah Siapkan KUR 5 Persen

by Mata Banua
18 Mei 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
BUNGA KUR BAKAL TURUN – Bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diperuntukan bagi pelaku usaha kecil dan mikro serta Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bakal diturunkan dari semula 6 prsen per tahun menjadi 5 persen per tahun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap mendukung namun tetap mengingatkan perlu diimbangi dengan penguatan manajemen risiko perbankan. Pelaku usaha pembuatan kerupuk di salah satu rumah industri.(foto:mb/ist)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) me­res­pons rencana Presiden RI Prabowo Subianto ya­ng akan mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga maksimal 5 persen per ta­hun. OJK menilai program tersebut positif, na­mun tetap perlu diimbangi dengan penguatan ma­na­jemen risiko perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Per­bankan OJK Dian Ediana Rae me­ngatakan, bank perlu me­mas­ti­kan kualitas tata kelola dan ma­na­jemen risiko tetap terjaga agar prog­ram berjalan berkelanjtan.

Berita Lainnya

Daya Beli Lesu, Pengunjung Mal Pilih Barang Termurah

Daya Beli Lesu, Pengunjung Mal Pilih Barang Termurah

9 Juni 2026
Siap-siap Harga Sepatu-Tas Naik

Siap-siap Harga Sepatu-Tas Naik

9 Juni 2026

“Program kredit rakyat yang di­inisiasi Pemerintah dinilai sa­ngat baik, dapat dimanfaatkan oleh bank sebagai kesempatan bis­nis yang berkelanjutan se­hi­ng­ga masyarakat terutama yang ber­penghasilan rendah dan un­bankab­le dapat merasakan man­fa­atnya secara ber­ke­si­nam­bu­ng­an,” kata Dian dalam kete­ra­ngannya.

Dian menjelaskan, OJK men­dorong pelaksanaan stress test secara berkala untuk m­e­ng­an­tisipasi potensi risiko kredit da­ri program tersebut. “Dalam me­ngantisipasi potensi risiko kredit da­ri program tersebut, OJK men­dorong penguatan pengawasan se­rta pelaksanaan stress test se­cara berkala untuk memastikan ke­tahanan permodalan dan kua­li­tas aset tetap terjaga di berbagai ske­nario ekonomi,” ujar Dian.

Selain itu, perbankan diminta me­la­kukan pencadangan yang me­madai serta tetap menerapkan prin­sip keati-hatian melalui ana­lisis 5C, yakni character, cap­a­city, capital, collateral, dan condition of economy. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kua­litas pembiayaan tetap sehat di tengah ekspansi kredit.

OJK juga menegaskan akan te­rus berkoordinasi dengan pe­me­rintah dan pemangku ke­pen­ti­ngan lain agar program KUR te­pat sasaran serta memiliki mi­ti­gasi risiko yang memadai.

Dari sisi suku bunga, Dian men­yebut rerata tertimbang suku bu­nga kredit rupiah pada Maret 2026 berada di level 8,76 persen, me­nurun dibandingkan Februari 2026 sebesar 8,80 persen dan Ma­ret 2025 sebesar 9,20 persen. Pe­­nurunan ini ditopang oleh tu­runnya suku bunga kredit pro­duktif, baik Kredit Modal Kerja mau­pun Kredit Investasi, yang ma­sing-masing turun 67 basis poin dan 68 basis poin secara ta­hunan.

Penurunan suku bunga kredit ju­ga sejalan dengan tren pe­nu­run­an biaya dana, di mana rerata ter­timbang Dana Pihak Ketiga (DPK) rupiah turun 55 basis po­in menjadi 2,66 persen. Kondisi ini dipengaruhi penurunan suku bu­nga acuan Bank Indonesia dari 5,75 persen pada Maret 2025 menjadi 4,75 persen pada Maret 2026.

Dian menilai tren penurunan suku bunga kredit masih be­r­lan­jut, meski bergantung pada stra­tegi masing-masing bank, te­ru­ta­ma dalam mengelola biaya da­na. Karena itu, perbankan di­do­rong meningkatkan porsi dana mu­rah agar memiliki ruang lebih be­sar untuk menurunkan bunga kredit.

“OJK senantiasa me­ng­him­bau agar perbankan dapat secara ber­tahap menyesuaikan tingkat su­ku bunganya agar tetap sejalan dengan kondisi pasar,” kata Dan.

Di sisi lain, dinamika global juga perlu diperhatikan. K­e­pu­tusan bank sentral Amerika Se­ri­kat yang menahan suku bunga acu­an pada kisaran 3,50 hingga 3,75 persen dinilai turut me­­me­ng­aruhi arah suku bunga global dan domestik. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper