Mata Banua Online
Rabu, Juni 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ikan Nila Rebut Pasar Ekspor Ikan Premium Eropa-AS

by Mata Banua
18 Mei 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(foto;mb/web)

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jen­deral Penguatan Daya Saing Produk Ke­lautan dan Perikanan (PDSPKP) me­negaskan nila atau disebut juga ti­lapia kini menjadi komoditas an­dal­an baru ekspor perikanan Indonesia, khu­susnya untuk pasar Amerika Se­ri­kat dan Eropa.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut pro­duksi tilapia terus didorong untuk men­jawab tingginya permintaan pasar glo­bal, di antaranya melalui pe­ng­em­bangan kawasan budidaya ikan nila salin (BINS) arawang serta re­vi­talisasi tambak Pantura untuk ko­mo­ditas tersebut.

Berita Lainnya

Daya Beli Lesu, Pengunjung Mal Pilih Barang Termurah

Daya Beli Lesu, Pengunjung Mal Pilih Barang Termurah

9 Juni 2026
Siap-siap Harga Sepatu-Tas Naik

Siap-siap Harga Sepatu-Tas Naik

9 Juni 2026

“Dua program itu untuk me­ni­ng­katkan kapasitas produksi nila na­sional sekaligus memastikan bahwa se­luruh proses budidaya memenuhi standar internasional yang berlaku,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP Erwin Dwiyana me­ngungkapkan, ikan tilapia saat ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen global. Ikan tilapia di­kenal sebagai Chicken of The Sea ka­rena memiliki rasa yang ringan (mild) dan mudah diolah, dengan kan­dungan protein tinggi mencapai 20 hingga 29 gram per 100 gram sa­jian. Selain itu, tilapia rendah lemak jenuh serta mengandung Omega-3, 6, 9, vitamin B12, dan mineral bermanfaat lainnya.

Saat ini tilapia menjadi komoditas ekspor kita yang zero rejection. Kami m­elihat standar global sangat penting di­perhatikan. Mulai dari persyaratan wa­jib seperti GMP-SSOP, HACCP, Health Certificate, dan Nomor Re­gis­trasi, serta diperkuat sertifikasi bu­yer-driven seperti GLOBALG.A.P., ISO 22000, SQF, BAP, ASC, dan BRC. Semuanya dilengkapi oleh selu­ruh eksportir kita sehingga pasar per­caya dengan produk kita,” ucap Erwin.

Menurut Erwin, kelengkapan ser­tifikasi inilah yang menjadi kunci utama kepercayaan pasar in­ter­na­sional terhadap produk perikanan Indo­nesia sehingga tilapia asal In­do­nesia diterima dengan baik tanpa ada­nya penolakan di negara tujuan ekspor.

Berkat penerapan standar ser­ti­fi­kasi yang ketat tersebut, Regal Springs Indonesia sebagai salah satu produsen utama ikan tilapia di In­do­ne­sia berhasil mencatatkan pen­ca­pai­an sigifikan di pasar internasional. Pe­rusahaan ini sukses memasok ja­ri­ngan pub terkemuka di Inggris bernama Greene King.

Direktur Regal Springs Indonesia Tri Dharma Saputra mengatakan, ke­berhasilan menembus pasar Eropa ti­dak terlepas dari terpenuhinya 37 ser­tifikasi, salah satunya ASC (Aqua­culture Stewardship Council). “De­ngan adanya ASC ini maka budidaya pe­rikanan Indonesia dituntut untuk ber­transformasi. Semua diukur, di­ca­tat, dan dievaluasi. Mulai dari peng­elolaan air, pemberian pakan, hingga proses menjaga kesehatan dan kesejahteraan ikan. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper