Mata Banua Online
Jumat, April 17, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Memahami Makna Remitansi di Balik Tradisi Mudik

by Mata Banua
17 Maret 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(foto:mb/eb)

JAKARTA – Bagi masyarakat In­donesia, mudik Lebaran ada­lah tradisi yang hampir tidak per­nah kehilangan makna.

Setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, jutaan orang me­ni­ng­gal­kan kota tempat mereka be­ker­ja untuk kembali ke kampung ha­laman. Jalan tol dipenuhi ken­daraan, stasiun kereta dan ter­mi­nal bus dipadati penumpang, se­mentara bandara menghadapi lon­jakan arus perjalanan yang lu­ar biasa.

Berita Lainnya

Kalsel Ekspor Produk Ikan Segar

Kalsel Ekspor Produk Ikan Segar

16 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Turun

Harga Emas Antam Kembali Turun

16 April 2026

Di balik hiruk-pikuk per­ja­lan­an tersebut, mudik se­be­nar­nya bukan hanya peristiwa mo­b­i­litas manusia. Ia merupakan pe­ristiwa sosial yang kompleks, ya­ng melibatkan pertukaran eko­nomi, penguatan hubungan ke­lu­arga, hingga transfer nilai dan pe­ngetahuan dari kota ke desa.

Dalam kajian migrasi mo­dern, fenomena seperti ini sering di­kaitkan dengan konsep re­mi­ta­n­si. Selama ini remitansi umum­nya dipahami sebagai pe­ng­iriman uang dari pekerja mig­ran kepada keluarga mereka di dae­rah asal. Namun, dalam prak­tik sosial masyarakat, re­mi­tan­si juga mencakup pertukaran ga­gasan, pengalaman, serta ja­ri­ngan sosial yang dibawa oleh para perantau.

Di Indonesia, tradisi mudik m­e­njadi salah satu bentuk nyata da­ri proses tersebut. Para pe­mu­dik tidak hanya membawa uang ha­sil kerja di kota, tetapi juga mem­bawa pengalaman hidup, w­a­wasan baru, serta semangat ber­bagi dengan keluarga dan ko­mu­nitas di kampung halaman.

Tradisi mudik merupakan fe­no­mena mobilitas manusia yang sa­ngat besar di Indonesia. Survei Ke­menterian Perhubungan me­nun­jukkan bahwa pada musim Le­baran 2024 jumlah pemudik men­capai 193,6 juta orang, atau se­kitar 71 persen dari total po­pu­lasi Indonesia, men­ja­di­kan­nya sa­lah satu pergerakan ma­nu­sia mu­siman terbesar di dunia.

Pada tahun 2025 lalu, KADIN memperkirakan nilai ter­sebut sedikit menurun menjadi Rp137-Rp145 triliun seiring ber­kurangnya jumlah pemudik. De­ngan memperhitungkan se­lu­ruh aktivitas ekonomi turunan se­lama musim mudik, sejumlah ana­lisis ekonomi sering me­nem­patkan potensi perputaran eko­no­mi mudik pada kisaran Rp150-200 triliun setiap tahun.

Sebagian besar perputaran ua­ng tersebut justru terjadi di dae­rah. Selama ini, sebagian be­sar aktivitas ekonomi Indonesia ter­konsentrasi di kota-kota be­sar. Namun, ketika musim mu­dik tiba, sebagian pendapatan ya­ng diperoleh para pekerja di kota me­ngalir kembali ke kampung ha­laman dalam bentuk konsumsi ke­luarga, belanja kebutuhan Le­baran, hingga bantuan kepada ke­rabat.

Berdasarkan hasi penelitian Ke­menterian Keuangan (2023), lon­jakan konsumsi selama pe­ri­o­de Lebaran dapat me­ni­n­g­kat­kan aktivitas ekonomi daerah se­ca­ra signifikan, terutama di sek­tor perdagangan dan jasa, bah­kan dapat meningkat hingga 20-30 persen dibandingkan bulan nor­mal.

Bagi pelaku usaha kecil di dae­rah, musim mudik sering kali men­jadi periode paling ramai da­lam satu tahun. Warung makan, pa­sar tradisional, transportasi lo­kal, hingga usaha oleh-oleh me­ng­alami peningkatan pendapatan ya­ng signifikan. Hal ini me­nun­jukkan bahwa mudik secara ti­dak langsung berperan sebagai me­kanisme redistribusi ekonomi da­ri kota ke daerah. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper