
MARTAPURA – Dengan digelarnya Pasar Murah Ramadan 1447 H diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat, dengan menyediakan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Hal ini dikemukakan Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi saat menutup rangkaian penyelenggaraan Pasar Murah Ramadan 1447 di Halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/3).
Sebelumnya, pasar murah telah dilaksanakan di 19 kecamatan sejak awal Ramadan dengan total 3.800 paket sembako yang telah disalurkan kepada masyarakat.
Pada kegiatan puncak ini, pemerintah daerah kembali menyediakan tambahan 1.000 paket sembako untuk masyarakat.
Habib Idrus Al Habsyi mengatakan, pasar murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah, dalam merespons kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Menurutnya, melalui kegiatan ini pemerintah daerah berupaya menjaga daya beli masyarakat dengan menyediakan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam merespons kenaikan harga, akibat meningkatnya permintaan menjelang Ramadan. Pemerintah hadir dengan memberikan subsidi, agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pasar murah tidak hanya berorientasi pada stabilisasi harga, melainkan juga menjadi sarana untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan, dengan melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah.
“Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga membuka ruang perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM, distributor, hingga agen lokal. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Habib Idrus berharap, kegiatan pasar murah dapat terus dikembangkan sebagai model intervensi pasar yang berkelanjutan, dalam menekan laju inflasi daerah serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman hingga Idulfitri nanti.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar Linda Yuniati menjelaskan, dalam kegiatan ini pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp20.000 untuk setiap paket sembako. Paket yang berisi minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, dan susu tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga Rp38.000 per paket, sehingga dapat membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan turut menyediakan beras lokal bersubsidi, guna memperkuat ketersediaan pangan sekaligus mendukung kesejahteraan petani daerah, serta ketersediaan Ikan Patin yang dijual 22 ribu per Kg dan Ikan Nila 32 ribu/Kg.
Kegiatan pasar murah ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari tenant UMKM, pelaku usaha, distributor hingga agen, sehingga mampu membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih kuat.
Penutupan rangkaian Pasar Murah Ramadan 1447 H Kabupaten Banjar secara simbolis ditandai dengan pengguntingan untaian bunga melati oleh Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, disaksikan para pengunjung serta pelaku usaha yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. ril/dio

