
BANJARMASIN – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Achmad Maulana mengusulkan perbaikan jalan dan penerangan jalan umum (PJU) dipasang mencakup beberapa ruas jalan, baik ruas jalan provinsi maupun ruas jalan kabupaten dan kota di Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Termasuk di dalamnya jalan kabupaten yang menjadi penghubung dengan ruas jalan lainnya, baik dengan jalan provinsi maupun antarjalan kabupaten.
“Usulan pemasangan PJU ini kami teruskan hingga Kilometer 21 Anjir sebagai batas wilayah Kabupaten di Kalsel. Selain itu, terdapat pula ruas jalan yang menghubungkan ke wilayah Kabupaten Batola, yang terhubung secara berkelanjutan hingga ke Kabupaten Tapin melalui jalur Sungai,” ujar H Achmad Maulana, di Banjarmasin, Kamis (12/3).
Pembangunan yang dimaksud bukan hanya sekadar pembangunan jalan baru, tetapi juga mencakup perbaikan kondisi jalan yang sudah ada, seperti perataan jalan yang bergelombang, penataan median jalan serta peningkatan kualitas infrastruktur pendukung lainnya.
Hal ini penting agar arus lalu lintas dapat berjalan dengan baik, lancar dan aman sehingga keselamatan para pengguna jalan dapat lebih terjamin.
Menurut Maulana, dari informasi yang diterima dari pihak terkait di tingkat distrik, usulan ini masih dalam proses dan pelaksanaannya bergeser hingga tahun 2027.
“Kami ingin mengingatkan kembali bahwa pada malam hari, khususnya di ruas jalan yang kami usulkan tersebut, kondisi penerangan masih sangat minim sehingga kawasan tersebut menjadi sangat gelap,” jelasnya.
Padahal, arus perjalanan dari kawasan Sungai Andai hingga Kilometer 21 bukan hanya sekadar jalur lalu lintas umum, tetapi juga merupakan pusat aktivitas masyarakat yang tinggal di sepanjang pinggir jalan tersebut.
Setelah waktu magrib, masyarakat masih banyak beraktivitas, seperti pergi ke masjid untuk salat berjamaah maupun melakukan berbagai kegiatan di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.
Apabila kondisi jalan masih bergelombang dan penerangan jalan minim, maka risiko kecelakaan bagi masyarakat maupun pengguna jalan akan sangat tinggi.
“Kami memahami bahwa hingga saat ini mungkin realisasinya belum dapat dilihat, bahkan hingga pertengahan bulan Ramadan,” katanya.
Namun ia menilai bahwa persoalan ini bukan hanya terkait kebutuhan pada bulan Ramadan saja melainkan merupakan kebutuhan jangka panjang yang harus segera mendapat perhatian.
“Kami berharap agar upaya perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan ini dapat menjadi program jangka panjang yang berkelanjutan, sehingga kondisi jalan di wilayah tersebut-baik jalan provinsi, jalan kabupaten, maupun mudah-mudahan juga jalan nasional-dapat terealisasi dengan baik demi kepentingan masyarakat,” harapnya. rds/ani

