
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin usai melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemprov Kalsel bersama istri, Ketua TP PKK, Hj Fathul Jannah menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama para 21 Ramadan 1447 hijriah, di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (11/03).
Silaturahmi dan sekaligus berbuka bersama tersebut turut dihadiri para habaib dan ulama, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H Supian HK, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101 Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus.
Para pejabat unsur Forkopimda lainnya atau yang mewakili, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, HM Syarifuddin, tenaga ahli gubernur (TAG), asisten, staf ahli dan kepala SKPD lingkup Pemprov serta anggota TP PKK Kalsel.
Silaturrahmi yang dirangkai berbuka puasa bersama itu didahului penyerahan laporan pengawasan dari Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalsel, Ayi Riyanto kepada Gubernur Kalsel, H Muhidin.
Gubernur Kalsel, H Muhidin berpesan kepada pejabat yang baru dilantiknya agar bekerja ikhlas dan menerima apapun amanah jabatan yang diberikan.
Pergantian posisi jabatan di lingkungan pemerintah adalah yang yang biasa terjadi, untuk mengukur kemampuan pejabat yang bersangkutan.
Pesan lain yang disampaikan Gubernur H Muhidin yaitu, usulan agar mahasiswa fakultas hukum yang banyak tersebar di perguruan tinggi negeri/swasta agar ditempatkan atau terjun ke masyarakat yang berada di pelosok seperti program KKN atau sejenisnya.
Pada kegiatan berbuka puasa bersama tersebut disampaikan tausiya Ustadz H Ilham Humaidi yang menjelaskan selain terdapat keberkahan dan ampunan Allah SWT, di bulan Ramadhan, ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yang disebut Lailatul Qadar.
KH Ilham Humaidi mengajak untuk merenungi apa yang sudah dilakukan selama ramadan ini, jangan sampai menjadi orang yang disinggung Rasulullah SAW, bahwa celakalah orang yang menemui ramadan, tapi tidak mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang dilakukan.
Dalam tausiyahnya, disampaikan tiga perkara yang perlu dijaga dalam bulan ramadan jika ingin dinilai melakukan yang sebenar-benarnya ibadah puasa yakni puasa atas segala kemaksiatan, menjaga shalat Isya dan subuh berjamaah, dan menjauhi sikap durhaka kepada orangtua dan tidak memendam kebencian dengan muslim lain.
Bahkan jika tiga hal ini bisa dilakukan, orang ini diibaratkan mendapat bagian yang sama seperti anugerahi malam Lailatul Qadar.
Acara ditutup zikir dan doa yang dipimpin KH Komaruddin atau Guru Busu. Setelah berbuka puasa bersama, dilaksanakan shalat magrib berjamaah. sal/adpim/ani

