
BANJARMASIN – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan memastikan kawasan wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam tetap beroperasi selama libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Dishut Kalsel Fatimatuzzahra pada keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Selasa, menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang biasanya terjadi saat libur panjang Idul Fitri.
Menurut Fatimatuzzahra, saat ini sistem pembayaran retribusi di kawasan wisata tersebut hampir seluruhnya sudah menggunakan metode non-tunai.
“Di Tahura Sultan Adam ini hampir 99,9 persen sudah tidak lagi menggunakan transaksi tunai,” jelas Aya, panggilan akrab Kadishut Kalsel.
Menurut Aya, untuk mendukung kelancaran transaksi non tunai, kawasan wisata Tahura juga telah dilengkapi dengan jaringan internet dari Dinas Kominfo Kalsel, dan juga dibantu oleh Bank Indonesia.
“Sudah sekitar lima sampai enam bulan pendapatan retribusi kita tidak lagi menggunakan tunai, semuanya non-tunai,” ucap aya.
Aya mengajak masyarakat untuk menjadikan Tahura Sultan Adam sebagai salah satu tujuan wisata, terutama karena lokasinya yang relatif dekat dan memiliki banyak potensi wisata alam.
Dia meyakini, destinasi ini tidak kalah dengan objek wisata di luar daerah maupun di luar Kalimantan Selatan.
Selama libur Lebaran, Dinas Kehutanan Kalsel sebagai pengelola memastikan kawasan Tahura tetap buka untuk pengunjung.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah wisatawan biasanya meningkat signifikan pada periode tersebut.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung sekaligus menjaga keselamatan, pengelola menambah personel dan armada penjagaan di sejumlah titik rawan.
Pengawasan diperketat terutama di area yang berisiko seperti kawasan Bukit Batu, kolam-kolam di Mandi Angin, serta ruas jalan yang rawan kecelakaan.
“Kami menambah armada untuk penjagaan, khususnya di tempat-tempat yang riskan seperti di sekitar Bukit Batu. Kadang masih ada pengunjung yang berenang walaupun sudah kita larang,” katanya.
“Kemudian di sekitar kolam di Mandi Angin dan di jalan-jalan yang rawan kecelakaan,” imbuh Aya.
Selain memasang rambu peringatan, petugas juga ditempatkan secara langsung di titik-titik tersebut untuk mengawasi aktivitas pengunjung.
Pengelola Tahura juga telah menyiapkan armada ambulans sendiri sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat.
“Jadi tidak perlu lagi memanggil dari luar. Mudah-mudahan ini bisa membantu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. ant

