Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari mngatakan, guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjalankan program SPHP (tabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah.
Hingga 8 Maret 2026, pnyaluran beras SPHP telah mencapai 7.387.270 kilogram, dengan distribusi terbesar melalui instansi pemerintah dan program Rumah angan Kita (RPK).
“Per 9 Maret 2026, ini update-ya teman-teman, stok beras tercatat mencapai 3.743.780 ton atau sekitar 144% dari kebutuhan, sehingga komunitas beras ini adalah cdangan yang paling kuat,” katanya di Gedung Bina Graha, Komplek Istana Negara, Rabu.
Selama ini, kata dia, berbagai program yang dijalankan Prabowo terkait penguatan ketahanan pangan pada dasarnya memang dirancang sebagai langkah antisipati menghadapi potensi krisis, baik krisis bencana maupun krisis global.
“Artinya, pemerintah tidak menunggu krisis terjadi, tetap sudah menyiapkan pondasi agar ketika ada gejolak internasional, termasuk konflik regional, seperti yang sekarang sedang terjadi di Tmur Tengah, Indonesia memiliki ketahanan pangan yang kuat,” ungkapnya.
Adapun ketersediaan beras nasional per Maret 2026, total ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 27,9 juta ton, yang terdiri dari stok Perum Bulog sekitar 3,76 juta ton an diproyeksikan meningkat hingga 5 juta ton dalam dua bulan ke depan, stok kebutuhan masyarakat sekitar 12,5 juta ton, serta standng crop padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.
Dengan kondisi tersebut, tanpa memperhitungkan panen berikutnya sekalipun, ketersedaan beras nasional diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.
Sementara itu, harga pangan kemarin mengalami kenaikan secara rata-rata nasional. Kenaikan harga pangan terjadi pada komoditas seperti cabai, daging sapi, gula, hingga minyak goreng curah.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIPS), Rabu, pukul 10.15 WIB harga beras kualitas bawah berada dikisaran Rp14.450 hingga Rp14.500 per kg. Hara beras kualitas bawah II naik 0,35% dari hari sebelumnya.
Hal serupa juga terjadi pada harga beras kualitas medium Rp15.950 perkg atau naik 0,31% dibandingkan kemarin. Kemudian, harga beras kualitas super I naik 0,29% menjadi Rp17.200 per kg.
Harga cabai merah keriting turun 1,46% menjadi Rp44.000 per kg. Harga cabai merah besar naik 2,42% menjadi Rp44.00 per kg dan harga cabai awit merah naik 10,3% menjadi Rp802.450 per kg. Harga cabai rawit hijau juga naik 4,12% menjadi Rp54.300 per kg.
Di sisi lain, harga bawang putih ukuran sedang turun secara nasional sebesar 0,87% menjadi Rp40.050 per kg dari hari sebelumnya dan harga bawangmerah turun 1,48% menjadi Rp43.00 per kg.
Komoditas daging sapi murni kualitas I naik 0,62% menjadi Rp145.350 per kg. Harga aging ayam ras turun 0,12% menjadi Rp41.500 per kg dan harga telur ayam ras naik 0,31% menjadi Rp32.750 per kg.
Lebih lanjut, harga minyakgoreng curah naik 0,26% menjadi Rp19.100 per liter. Sementara itu, harga minyak goreng kemasan bermerek I naik 0,22% menjadi R22.700 per liter. lp6/bisn/mb06

