
BANJARBARU – Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel, H Achmadi, SSos mengingatkan seluruh masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana alam angin puting beliung untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kita telah mencatat ada sejumlah titik di delapan kabupaten di Kalsel yang termasuk rawan bencana alam angin puting beliung,” ujarnya, Rabu (11/3).
Ia mengungkapkan, sebagai salah satu tanda akan terjadi angin puting beliung, yakni apabila kondisi cuaca panas dan tiba-tiba turun hujan disertai angin, maka ada kemungkinan terjadi angin puting beliung.
Madi mengatakan, daerah-daerah di Kalsel yang dikatagorikan rawan bencana angin puting beliung adalah daerah terbuka dan tidak ada pepohonan besar.
Secara rinci, ia menyebutkan titik-titik rawan angin puting beliung di Kabupaten Banjar meliputi Gambut, Kertak Hanyar, Beruntung Baru, Martapura Timur, Martapura Barat, Sei Tabuk, dan Kecamatan Martapura.
Kemudian, di Kabupaten Barito Kuala (Batola) meliputi Kecamatan Jejangkit, Mandastana, Anjir Muara dan Anjir Pasar, Tamban. Di Kabupaten Tapin meliputi Margasari, Candi Laras Utara, Binuang dan Kecamatan Tapin Utara.
“Sementara di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) meliputi Kecamatan Sungai Pandan, Danau Panggang, Babirik. Sedangkan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) meliputi Kecamatan Pandawan, Labuan Amas Utara (LAU), kawasan Birayang,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, di Kabupaten Tanah Laut (Tala) meliputi Kecamatan Kurau, Kintap, Pelaihari, Jorong dan Kecamatan Takisung. Sementara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) meliputi Kecamatan Daha Utara, Daha Selatan, Dana Barat dan Kalumpang.
“Daerah-daerah tersebut selama ini sering terjadi bencana alam angin puting beliung. Kota Banjarmasin sendiri juga sering terjadi bencana alam tersebut,” pungkasnya. ani

