
JAKARTA – Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M Kholid Syeirazi menyatakan ketersediaan bahan bkar minyak (BBM) nasional saat ini mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau panik karena PT Pertamina (Persero) siap menjaga pasokan.
Dia menjelaskan bahwa cadangan sekitar 20 hari bukan berarti setelah itu BBM akan habis, karena Pertamina terus melakukan stabilisasi stok.
“Untuk itu, masyarakat diminta tenang, tidak panik, dan tidak melakukan penimbunan karena justru berdampak buruk terhadap ekonomi,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta.
Kholid mengatakan terdapat tiga jenis cadangan energi, yaitu cadangan strategis, cadangan penyangga energi, dan cadangan operasional. Adapun yang disebut cadangan 20 hingga 23 hari merupakan cadangn operasional yang disediakan badan usaha seperti Pertamina.
Untuk cadangan operasional, lanjutnya, disediakan oleh badan usaha dalam hal ini Pertamina yang bersifat sirkuler sehingga ketika terpakai akan disediakan kembali stok untuk dipasok dari sumber-sumber impor.
Sementara itu, cadangan penyangga energi bersifat mandatori dan harus disediakan pemerintah sesuai kemampuan keuangan negara. Ketentuan tersebut diatur melalui Peraturan Presiden (erpres) Nomor 96 Tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE) yang harus disediakan oleh pemerintah.
Oleh karena itu, dia menegaskan kondisi BBM saat ini dipastikan tersedia termasuk menjelang Idul Fitri. Cadangan Pertalite bahkan mencapai 28 hari dan Pertamax 29 hari, begitu pula Avtur yang dinilai tercukupi.
“Jadi saya mengimbau kepada masyarakat tidak perlu panik. Yang disebut sekitar 20 hari itu stok sirkuler, jadi keluar masuk. Begitu ada barang keluar, ada barang yang masuk,” ujar Kholid.
Apalagi, menurut dia, hingga saat ini Pertamina juga masih menghasilkan minyak, baik melalui pengeboran yang terus dilakukan maupun eksplorasi dan penambahan cadangan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan yang dimaksud cadangan sekitar 20 hari adalah cadangan operasional, semacam inventory yang berada dalam penyimpanan atau storage.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Karena yang namanya 20 hari tidak berarti 20 hari ke depan akan habis. Ketika dijal, katakanlah hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu, bahkan lebih. Karena mereka berkepentingan agar bisnis mereka tetap berjalan,” katanya.
Menurut dia, cadangan sekitar 20 hari tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lain seperti Vietnam yang memiliki cadangan operasional 15 hari dan Laos sekitar 10 hari.
Untuk itu, Komaidi berharap masyarakat tetap tenang, termasuk menjelang Idul Fitri, sebab Pertamina telah mempersiapkan pendistribusian dengan baik, termasuk melalui Satgas Ramadhan dan Idul Fitri. “Dan saya kira stok di masing-masing wilayah juga sudah aman,” ujarnya. rep/mb06

