
JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah menahan fluktuasi harga pangan seminggu menjelang hingga seminggu setelah Idul Fitri 1447 Hijriyah, dengan memperkuat stabilisasi pasokan dan distribusi guna menjaga ketersediaan serta keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
“Kita lihat beberapa tahun terakhir, kalau kondisi di bulan Ramadhan itu minus satu minggu dan plus satu minggu biasanya ada fluktuasi. Jadi seminggu sebelum dan seminggu setelah Lebaran pemerintah akan mengantisipasinya,” kata Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy saat dikonfirmasi di Jakarta.
Bapanas memprediksi kemungkinan terjadinya fluktuasi harga pangan pokok seminggu sebelum dan seminggu sesudah Idul Fitri 1447 Hijriyah. Menurut dia, hal itu merupakan tren yang berulang setiap tahun. Karena itu, kondisi tersebut telah diantisipasi oleh pemerintah sedini mungkin melalui sejumlah program intervensi pangan.
Sarwo mengatakan pemerintah terus mengupayakan produksi pangan dalam negeri sebagai tumpuan utama. Selebihnya, implementasi program intervensi pangan yang menyasar masyarakat secara langsung dipastikan dapat dijalankan secara masif.
“Hal pertama yang dipastikan pemerintah adalah pemenuhan dari produksi dalam nege. Kita lihat produksi dalam negeri masih sangat cukup. Sebagian besar ketersediaan pangan pokok strategis kita dapat dipenuhi dari hasil kerja keras petani-petani Indonesia sendiri,” ujar dia.
Bapanas memproyeksikan ketersediaan beras nasional hingga akhir April diperkirakan mencatat surplus 17,2 juta ton. Komoditas jagung juga diproyeksikan surplus 4,8 juta ton. Minyak goreng secara nasional mencatat surplus 3,5 juta ton.
Daging ayam juga mencatat surplus 727 ribu ton hingga April. Gula konsumsi surplus 595 ribu ton. Telur ayam surplus 349 ribu ton.
Sedangkan cabai rawit, cabai besar, dan bawang merah masing-masing surplus 105 ribu ton, 74 ribu ton, dan 57 ribu ton. Sembilan jenis pangan tersebut sepenuhnya dipasok dari produksi dalam negeri.
Setelah memastikan produksi pangan dalam negeri telah memadai, program stimulus ekonomi pun dikucurkan menyambut Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Salah satunya program bantuan pangan beras dan minyak goreng melalui penugasan Bapanas kepada Perum Bulog.
Sarwo mengatakan pemerintah telah siap menjalankan program prorakyat tersebut. Bapanas pun telah meminta dukungan Kementerian Dalam Negeri agar perangkat pemerintah daerah, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, hingga desa, dapat turut membantu keberhasilan penyaluran.
“Kami juga sudah berkirim surat ke Kementerian Dalam Negeri untuk ikut mengawal bantuan pangan ini sampai ke tingkat desa. Artinya perangkat-perangkat desa pun ikut mengawal bantuan ini supaya tepat sasaran,” ujar dia. rep/mb06

