
BATULICIN-Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengambil langkah tegas terhadap kondisi bangunan Pasar Bumi Pangeran Pagatan yang dinilai semakin membahayakan. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUMP2), pemerintah memastikan proses relokasi pedagang ke pasar darurat akan dipercepat sebelum Idulfitri.
Keputusan ini mengemuka dalam Rapat Kerja antara DKUMP2 dan Komisi II DPRD Tanah Bumbu di Sepunggur, Jumat (6/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa struktur bangunan pasar lama mengalami keretakan yang terus melebar, bahkan sebelumnya sempat terjadi insiden jatuhnya material plafon yang menimbulkan korban.
Perwakilan Kepala DKUMP2, Eryanto Rais menegaskan, bahwa faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama percepatan relokasi.
“Kami tidak ingin mengambil risiko, apalagi menjelang Lebaran biasanya terjadi lonjakan pengunjung yang signifikan. Potensi bahaya harus dicegah sejak dini,” ujarnya.
Lonjakan aktivitas belanja pada H-2 dan H-1 Idulfitri diperkirakan dapat meningkatkan tekanan pada bangunan yang sudah rapuh. Karena itu, pemerintah daerah memilih langkah preventif dengan memindahkan aktivitas perdagangan ke lokasi sementara.
Ketua KomisiII DPRD Tanah Bumbu, Andi Erwin Prasetya, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Ia menekankan bahwa persoalan keselamatan jiwa tidak bisa ditawar.
“Tidak ada kompromi untuk urusan keselamatan. Relokasi harus dijalankan dengan disiplin demi kepentingan bersama,” jelasnya.
Untuk menunjang kenyamanan pedagang di tempat baru, DKUMP2 tengah mempercepat realisasi anggaran sebesar Rp225 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk peningkatan sarana dan prasarana pasar relokasi, meliputi perbaikan dan pengerasan akses jalan, pemasangan penerangan, penyediaan fasilitas WC umum, serta pembersihan material kayu dan sisa bangunan yang menghambat akses.
Anggota Komisi II Harmanuddin SH, turut mengingatkan pentingnya percepatan pembersihan area relokasi agar aktivitas jual beli dapat berjalan lancar tanpa kendala akses.
Anggota Komisi II, Harmanuddin S.H., turut mengingatkan pentingnya percepatan pembersihan area relokasi agar aktivitas jual beli dapat berjalan lancar tanpa kendala akses.
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memastikan proses transisi akan terus dikawal dan dievaluasi, agar para pedagang tetap dapat berusaha di tempat yang layak dan aman tanpa mengesampingkan standar keselamatan publik.{{alf/mb03}

