Mata Banua Online
Selasa, Maret 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Perjanjian Damai tidak Menjamin Kedamaian Palestina

by Mata Banua
9 Maret 2026
in Opini
0

Oleh Mirna

Setelah dilakukannya perjanjian damai dengan BOP (Board Of Peace) yang dilakukan oleh Amerika dalam rangka memberikan ruang bagi kedamaian Palestina. Namun jika dilihat yang terjadi saat ini bahkan pertanggal 31 Januari 2026 Israel melakukan penyerangan terhadap Palestina tepat setelah dilakukannya BoP. Penyerangan ini dilakukan oleh Israel dengan keji, dilansir dari CNN Indonesia pada 14 Februari 2026 diyakini bahwa Israel menggunakan senjata termal dan termobarik untuk membunuh ribuan warga di Jalur Gaza, Palestina. Senjata ini membuat jasad seolah menguap atau hilang tanpa jejak. Dalam laporan investigasi Al Jazeera berjudul “The Rest of the Story”, setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023. Penyerangan dan penghilangan mayat yang dilakukan tidak menjadi akhir dari kejahatan yang dilakukan oleh Israel. Israel terus menyerang Gaza meski sedang gencatan senjata. Banyak korban merupakan perempuan dan anak, baik terluka bahkan kehilangan nyawa.

Berita Lainnya

Berburu Wajib Pajak: Beban Rakyat di Tengah Krisis Anggaran

Gaza, Luka Dunia dan Ujian Keadilan Manusia

9 Maret 2026
Berburu Wajib Pajak: Beban Rakyat di Tengah Krisis Anggaran

Gaza, Luka Dunia dan Ujian Keadilan Manusia

9 Maret 2026

Melihat apa yang telah dilakukan Israel ini sangat tidak manusiawi dan bahkan berbalut dalam kata perlawanan pun ini tidak dapat diterima. Karena cara yang digunakan oleh Israel banyak melanggar aturan kemanusian. Seperti penggunaan senjata termobarik oleh Israel menunjukkan kebiadaban modern dan tak berperikemanusiaan. Semakin jelas bahwa yang dilakukan oleh Israel bukan pembelaan terhadap dirinya melainkan genosida. Dan juga gempuran dan serangan yang dilakukan Israel menyasar warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Meski dunia tahu hal ini adalah pelanggaran HAM, namun tak ada yang mampu menghentikan.Kejahatan Israel tak bisa ditolerir dan diberikan solusi damai. Kerusakan yang dilakukan melampaui batas dan harus dihentikan dengan jihad atau perlawanan oleh tentara kaum muslimin. Dengan BoP yang telah disepakati pun Israel tetap melakukan penyerangan maka hal ini menjadi tanda bahwa Israel tidak mengerti bahasa perdamaian melainkan perlawanan.

Maka terhadap hal ini seruan kepada seluruh tentara kaum muslimin untuk melakukan perlawanan dengan memerangi Israel yang telah membantai kaum muslimin adalah wajib. Tidak boleh ada upaya untuk berdamai, mengalah, apalagi memberikan jalan bagi Israel untuk menguasai negeri-negeri kaum muslimin.Hukum jihad harus dipahami dan diterapkan. Hal ini membutuhkan kesatuan kekuatan kaum muslimin seluruh dunia.Tegaknya kepemimpinan Islam sangat dibutuhkan untuk menyatukan kekuatan kaum muslimin seluruh dunia. Karena itu, perjuangan menegakkan sistem Islam dan kepemimpinan Islam sangat penting. Dan hanya dengan persatuan Islam lah kebiadaban dan penindasan terhadap kaum muslimin bisa dihapuskan. Wahai kaum muslimin bersegeralah menuju persatuan karena kita sebentar lagi akan sampai pada kehidupan Islam!

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper