Mata Banua Online
Selasa, Maret 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Diproyeksi Turun

by Mata Banua
9 Maret 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(foto:mb/web)

JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mencatat adanya penurunan pro­yeksi perjalanan masyarakat di periode li­bur Lebaran 2026 ini. Namun, dia tetap me­ngantisipasi adanya lonjakan pada masa mu­dik nanti.

Penurunan itu tertuang dalam hasil survei yang dijalankan Kemenhub. Pada Le­baran 2026 ini, diperkirakan ada 143,9 ju­ta orang melakukan perjalanan. Angka ini lebih rndah dsri survei tahun lalu dengan pro­yeksi 146,4 juta orang. “Pemerintah tetap ha­rus mengantisipasi kemungkinan pe­ni­ng­katan jumlah perjalanan yang lebih tinggi da­ri hasil survei,” kata Dudy dalam diskusi med­ia, di Jakarta.

Berita Lainnya

Berburu Wajib Pajak: Beban Rakyat di Tengah Krisis Anggaran

BPS Sebut Harga Beras Stabil

9 Maret 2026

9 Maret 2026

Mengingat lagi, realisasi masyarakat ya_ng melakukan perjalanan pada Lebaran 2025 juga mengalami lonjakan. Meski surveinya mencatat 146,4 juta orang, nyatanya ada lebih dari 154 juta orang yang memanfaatkan libur Lebaran kala itu.

Dudy juga mencatat adanya perubahan pola saat Lebaran Idulfitri yang tak lagi sebatas mudik ke kampung halaman. Na­mun, ada kesempatan untuk berlibur bersama keluarga ke tempat wisata. “Hal ini dipengaruhi oleh berbagai kebijakan pe­merintah yang memngkinkan masyarakat me­miliki waktu lebih fleksibel untuk bep­er­gian,” ucap dia.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Dedi Prasetyo, me­ng­ung­kapkan puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi dalam dua ge­lombang.

“Adapun untuk prediksi arus mudik di­prediksi akan terjadi pada gelombang per­tama itu tanggal 14 sampai tanggal 15 Maret 2026, kemudian gelombang kedua tanggal 18 sampai tanggal 19 Maret 2026, kata Dedi kepada wartawan, setelah acara Rapat Lintas Sektoral Bidang Operasi Tahun 2026.

Sedangkan arus balik Lebaran 2026, juga diprediksi berlangsung dalam dua ge­lombang, yakni 25-26 Maret dan 28-29 Maret 2026.

Guna menjamin kelancaran operasi, Polri akan melakukan beberapa kegiatan ma­najemen rekayasa arus lalu lintas di tol, se­perti ganjil genp, one way, contraflow, de­lay system, hingga buffer zone di pela­buban. “Nanti ada beberapa kegiatan-k­e­gi­atan manajemen rekayasa arus lalin di ja­lur tol antara lain nanti berupa ganjil ge­nap, ada juga dilaksanakan kemudian one way, contraflow, delay system, juga ada buffer zone di pelabuhan,” ungkap Dedi.

Operasi Ketupat 2026 sendiri digelar se­lama 13 hari, yaitu 13-25 Maret 2026. Da­lam penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026, Polri mengerahkan 161.243 personel ga­bungan.

Selain mengantisipasi kepadatan ken­daraan, polisi juga meminta pengendara wa­spada jam-jam rawan terjadinya kecelakaan. Mengacu data mudik 2025 lalu, kecelakaan umumnya terjadi di pukul 21.00 – 00.00 malam. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper