Mata Banua Online
Rabu, Maret 11, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Distan Evaluasi Kegiatan Tanaman Pangan

by Mata Banua
8 Maret 2026
in Martapura
0
KOORDINASI – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Warsita beserta jajaran berfoto bersama peserta Rakor dan Evaluasi Kegiatan Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2026.(foto:mb/ist)

MARTAPURA – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Kegiatan Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2026, beberapa waktu lalu.

“Fokus utama agenda ini memastikan sinergitas dan keakuratan data pembangunan pertanian agar program dijalankan tepat sasaran,” ucap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Warsita saat membuka acara rakor.

Berita Lainnya

Arutmin dan Pers Kalsel Perkuat Sinergi

Arutmin dan Pers Kalsel Perkuat Sinergi

10 Maret 2026
Dinsos P3AP2KB Gelar Pelayanan Psikososial

Dinsos P3AP2KB Gelar Pelayanan Psikososial

10 Maret 2026

Menurutnya, akurasi data lapangan menjadi pondasi utama untuk merumuskan kebijakan pertanian yang realistis di Kabupaten Banjar.

Ia menyebutkan, evaluasi mendalam terhadap anomali cuaca mulai dari risiko kekeringan akibat modifikasi cuaca hingga ancaman banjir, menuntut kewaspadaan penuh seluruh penyuluh. “Kolaborasi antarlini sangat diperlukan untuk memitigasi dampak lingkungan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah terus berkomitmen mendukung mekanisasi dengan menyediakan berbagai bantuan sarana, termasuk puluhan unit alat mesin pertanian (alsintan) yang siap dipinjampakaikan mendukung operasional petani.

Dengan adanya kepastian lahan, lanjut dia, langkah modernisasi pertanian jauh lebih mudah direalisasikan secara bertahap untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani.

Warsita berharap, penyuluh dan jajaran di lapangan dapat menjadi motor penggerak guna memaksimalkan penggunaan alsintan, dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya peningkatan indeks pertanaman.

“Dengan dukungan infrastruktur memadai dan kesadaran petani yang meningkat, kita optimis target produksi tercapai,” katanya.

Sementara, Kepala Bidang Sarana TPH Perkebunan dan Peternakan Nurul Chatimah menambahkan, di tahun 2026 ini pemerintah daerah menetapkan target dengan sasaran Luas Tambah Tanam (LTT).

Ia menjelaskan, strategi utama untuk mencapai target ini bertumpu pada program optimalisasi lahan (opla) dan cetak sawah, yang diharapkan mampu mendongkrak angka produksi.

“Meskipun potensi teknis di lapangan memungkinkan target lebih tinggi, angka ini dipilih sebagai langkah antisipasi yang realistis demi menjaga keberlanjutan dan kualitas hasil panen di seluruh kecamatan,” ujarnya.

Pemerintah pun menegaskan, LTT tidak boleh sekadar menjadi angka di atas kertas seperti pengalaman masa lalu, melainkan harus berbasis pada kondisi riil di lapangan hingga tingkat desa.

“Penyesuaian target bulanan, seperti penambahan sasaran di bulan Maret menjadi bukti fleksibilitas kebijakan yang diharapkan mampu membawa Kabupaten Banjar kembali menjadi lumbung pangan,” pungkasnya. ril/dio

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper