Mata Banua Online
Jumat, Maret 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

UMKM Lebih Pilih Utang Pinjol Dibanding ke Bank

by Mata Banua
5 Maret 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(foto;mb/web)

JAKARTA – Riset Katadata In­sight Center mengungkap pelaku Us­aha Mikro, Kecil, dan Me­ne­ngah (UMKM) lebih memilih uta­ng ke pinjaman daring (pin­dar) alias pinjol dibanding me­min­jam dana ke bank.

Senior Analyst Katadata In­sight Center Hanif Gusman men­jelaskan kecenderungan UMKM memili pinjol karena per­timbangan kecepatan pen­ca­ir­an dana.

Berita Lainnya

Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp3,049 Juta

Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp3,049 Juta

5 Maret 2026
Pengepul Mainkan Harga Ayam Menjadi Mahal

Pengepul Mainkan Harga Ayam Menjadi Mahal

5 Maret 2026

Namun, Hanif melihat in­dustri pinjol saat ini masih dike­li­lingi persepsi negatif, sehingga me­nghambat optimalisasinya. Pa­dahal sebenarnya pinjol me­mi­liki manfaat, salah satunya ba­gi UMKM yang menghadapi ma­salah pendanaan dari per­ban­kan.

“Salah satu yang kami lihat itu banyaknya stigma bahwa in­dustri ini mengajarkan orang-ora­ng untuk berutang. Itu stigma ne­gatifnya,” katanya dalam aca­ra diskusi yang diselenggarakan Aso­siasi Fintech Pendanaan Ber­sama Indonesia (AFPI) di Ja­karta Pusat.

Selanjutnya, 41,6 persen res­ponden menyatakan enggan me­ng­ajukan pinjaman ke bank karena persyaratan dokumennya sulit dipenuhi, sedangkan 32,9 per­sen lainnya terkendala tidak me­miliki jaminan atau agunan.

Survei juga menunjukkan ma­yoritas UMKM atau sekitar 69,3 persen responden me­man­fa­atkan pinjol untuk modal usaha ka­rena proses pencairan dana ya­ng cepat. Lalu, 66,3 persen res­pon­den memilih pinjol, karena pro­sedurnya dinilai cepat dan se­der­hana, serta 60,8 persen la­in­nya karena aplikasi digitalnya mu­dah digunakan.

Selain terkait pendanaan, riset Katadata melaporkan para res­ponden melihat pinjol sebagai ja­waban bagi ketidakpastian eko­nomi. Sebanyak 64,7 persen responden menyatakan lebih si­ap menghadapi kondisi drurat se­telah mengakses pembiayaan da­ri pinjol, kemudian 55,3 per­sen responden merasa lebih aman karena memiliki akses mo­dal saat dibutuhkan.

Dari sisi pengelolaan usaha, 46,9 persen mengaku ma­na­je­men keuangan mereka menjadi le­bih baik. Kemudian 46,6 per­sen menyebut tambahan modal mem­bantu menambah stok ba­rang dari pemasok atau dis­tri­bu­tor.

Dari kondisi ini, Hanif me­li­hat pinjol berpeluang menjadi ba­gian dari penggerak pe­re­ko­no­mian negeri. Pertama, pinjol bi­sa menjadi mitra strategi pen­ya­luran dana pemerintah. Ia men­yoroti langkah pemerintah me­mindahkan dana Saldo Ang­gar­an Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun dari Bank In­do­ne­sia ke Bank Himbara pada ta­hun lalu.

Menurutnya, pinjol ber­pe­lu­ang menjadi saluran distribusi me­lalui innovative credit scoring (ICS), sehingga mampu men­ya­ring calon debitur, tanpa memer­lukan agunan atau persyaratan ke­tat seperti bank konvensional. “Pin­dar menurut kami itu ber­pe­luang sebagai saluran dis­tri­bu­si,” ucap Hanif.

Kedua, sebagai apliksi di­gi­tal, pinjol dinilai mampu me­lam­paui batas geografis. Hasil ri­set Katadata mengungkap 18,9 per­sen penduduk masih ke­su­litan mengakses secara fisik ke lem­baga keuangan. Lalu, masih ada gap inklusi keuangan antara per­kotaan sebesar 83,6 persen dan pedesaan sebesar 75,7 per­sen.

Maka Hanif memandang mo­dal bisnis pinjol yang ber­ba­sis digital tanpa kantor cabang fi­sik menjadi kunci krusial dalam men­dukung pertumbuhan dan pe­merataan penyaluran kredit.

Ia menyebut di Pulau Jawa, jum­lah nasabah pinjol naik 37,6 per­sen menjadi 4,63 juta akun. Lalu, volume penyaluran pem­bi­ayaan juga naik 23,9 persen dari Rp6,81 triliun ke Rp8,44 triliun. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper